Logo Header Antaranews Kepri

Panti Rehabilitasi Anak Jalanan Batan Dinilai Mubazir

Kamis, 14 Juni 2012 22:33 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Panti Rehabilitasi Anak Jalanan Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau dinilai mubazir karena sebagian peralatan pelatihan dan ruangan tidak digunakan.

"Ini namanya mubazir," kata anggota Komisi IV DPRD Kota Batam Udin P Sihaloho, Kamis.

Panti rehabilitasi yang terletak di Kecamatan Nongsa mampu menampung 100 orang anak. Namun, hanya diisi kurang dari 30 orang.

Padahal, kata Udin, anak jalanan masih banyak berkeliaran di jalan-jalan besar Kota Batam.

Selain itu, perlengkapan pelatihan membengkel dan menjahit juga tidak terpakai. Banyak ruangan kosong tidak dimanfaatkan untuk kegiatan pelatihan.

Udin mengatakan Panti Rehabilitasi itu dianggarkan APBD Kota Batam dalam multy years dengan nilai sekitar Rp7 miliar. Namun, menurut dia, tidak digunakan maksimal.

Selain itu, pemerintah juga menganggarkan operasional termasuk menyediakan tenaga pelatih tiga bulanan Rp100 juta tiap tahun.

Setiap tahun, pelatihan hanya efektif selama tiga bulan. Sedang sembilan bulan lainnya tidak ada kegiatan di panti itu.

"Saya sudah duga seperti ini akhirnya," kata dia.

Padahal, kata Udin, seharusnya panti dapat memberikan ilmu kepada anak jalanan agar ketika keluar panti dapat hidup mandiri dan tidak lagi menjadi anak jalanan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Panti Rehabilitasi, Ratno mengatakan anggaran dari pemerintah memang hanya untuk pelatihan tiga bulan. Sedang sembilan bulan lain, penghuni panti tidak mendapatkan bimbingan.

Di panti itu, kata dia, saat ini sedang ada pelatihan sablon.

Panti diisi sekitar 20 orang anak jalanan hasil razia satuan polisi pamong praja.

"Sebenarnya ada 30 anak, tapi yang lain mengundurkan diri dan kabur," kata dia.

Menurut dia, anak jalanan melarikan diri karena terbiasa hidup bebas di jalanan dan tidak bisa menyesuaikan diri di lingkungan panti yang disiplin. (Y011/B012)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026