Logo Header Antaranews Kepri

Penyakit Pancaroba Hinggapi Sapi Bantuan

Selasa, 26 Juni 2012 00:05 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Penyakit pancaroba akibat perubahan cuaca banyak menghinggapi hewan ternak sapi yang diberikan pemerintah ke masyarakat.

"Sejak program bantuan sapi digulirkan, umumnya penyakit yang diderita sapi adalah penyakit pancaroba yang ditandai dengan turunnya stamina sapi," ujar staf bidang peternakan di Dinas Pertanian, Kehutanan dan Peternakan Provinsi Kepulauan Riau Jefrizal di Batam, Senin.

Sapi-sapi yang menjadi ternak masyarakat di daerah kepulauan ini saat awal datang ke "negeri segantang lada" biasanya akan mengalami penyakit lesu akibat perubahan cuaca. Di daerah asalnya di Lampung sapi tersebut biasa dengan cuaca daratan tinggi tetapi kemudian di daerah baru ia harus menyesuaikan dengan daerah lautan.

"Biasanya sapi tersebut diberi vitamin agar staminanya pulih dan dapat menyesuaikan diri. Menghadapi kendala adaptasi hewan ternak ini kami juga menyiapkan pos pengobatan keliling," kata Jefrizal.

Ia bersama bersama anggota Komisi III DPRD Kepulauan Riau Syofian Syamsir melihat langsung kondisi sapi di daerah peternakan di Lampung sebelum dibawa ke Kepulauan Riau.

Menurut Syofian Syamsir Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui program Pembangunan Sarana Prasarana Pembibitan Ternak 2012 akan membagikan 195 ekor sapi untuk masyarakat di Kecamatan Bunguran Utara dan Kecamatan Midai di Kabupaten Natuna.

"Untuk tahun 2012 ini sebanyak 195 ekor sapi diperuntukkan ke Kecamatan Midai dan Bunguran Utara. Sapinya sapi bali yang langsung dibeli dari Lampung," ujar Syofian.

Ratusan ekor sapi tersebut merupakan bantuan dari pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam tahun anggaran 2012 senilai Rp2,3 miliar. Dua kecamatan tersebut dipilih karena lokasinya cocok untuk peternakan selain banyak ditumbuhi rumput yang cocok untuk pakan sapi juga kesiapan dari peternaknya.

Syofian mengatakan, bantuan ternak sapi yang diprogramkan secara bergulir itu kelak untuk memenuhi kebutuhan pasokan daging di Kepri karena saat ini pasokan lokal hanya 5-10 persen sebagian besar impor dari Australia.

"Walau daerah ini dikenal sebagai kawasan perikanan dan kelautan namun untuk kehidupan ternak tetap diperhatikan dan itu sebabnya ada program bantuan sapi yang kelak diharapkan dapat memenuhi kebutuhan daging sapi dari peternak lokal," ujar Syofian.

Ia menjelaskan, ratusan ekor sapi bali itu bakal dikirim ke Natuna pada 29 Juni 2012. (KR-RDT/Z002)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026