Cegah Super Flu, Dinkes Kota Tanjungpinang ajak warga terapkan PHBS

id dinkes tanjungpinang, penyakit super flu, pola hidup bersih dan sehat

Cegah Super Flu, Dinkes Kota Tanjungpinang ajak warga terapkan PHBS

Kepala Dinkes Provinsi Kepri Bisri di Tanjungpinang, Jumat (26/9/2025). ANTARA/Ogen/pri.

Tanjungpinang (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rustam mengajak warga menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencegah penyakit super flu.

"Sampai saat ini di Tanjungpinang belum ditemukan super flu, namun warga tetap perlu waspada dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat," kata Rustam di Tanjungpinang, Kamis.

Selain itu, Rustam juga mengingatkan masyarakat menjaga ketahanan tubuh dengan makan makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan beraktivitas fisik secara teratur dan terukur.

Baca juga: BPBD Natuna imbau warga waspada angin kencang

Selanjutnya, warga diminta memperhatikan etika bersin dan batuk, apalagi saat berinteraksi dengan orang lain.

"Jika mengalami gejala flu yang berat, kemudian demam tak turun dalam tiga hari dan ditambah ada gejala sesak napas, maka segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Rustam menyebut berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, tercatat ada 62 kasus super flu secara nasional hingga akhir Desember 2025. Khusus di Kota Tanjungpinang, kata dia, sejauh ini belum ditemukan penyakit tersebut.

Baca juga: BKKBN Kepri sebut bantuan program Genting disesuaikan dengan kebutuhan keluarga

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik, karena super flu tidak tergolong berbahaya, dengan tingkat fatalitas yang relatif rendah.

Menurutnya, pola penularan super flu hampir sama seperti flu pada umumnya, hanya saja penularannya cenderung lebih cepat, terutama menyasar kelompok rentan, seperti anak-anak dan lanjut usia.

"Kami terus memantau perkembangan super flu, termasuk melakukan langkah antisipasi dengan menyiapkan fasilitas dan SDM pelayanan kesehatan yang memadai dalam menghadapi potensi penyakit tersebut," demikian Rustam.

Baca juga: Bulog Natuna salurkan 579 ton beras SPHP pada 2025

Pewarta :
Editor: Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE