Logo Header Antaranews Kepri

Natuna "Jemput Bola" ke SCN

Minggu, 8 Juli 2012 21:23 WIB
Image Print
Bupati Natuna Ilyas Sabli (2 kiri) bersama sejumlah pejabat mengunjungi PT Sarana Citra Nusa di Kabil, Batam, Minggu (8/7). Bupati mengunjungi perusahaan itu untuk "jemput bola" agar bersedia menginvestasikan modalnya di bidang penunjang industri min

Batam (ANTARA Kepri) - Bupati Natuna, Ilyas Sabli mengunjungi PT Sarana Citra Nusa (SCN) Kabil, Batam, Kepulauan Riau, menjemput bola guna menarik minat industri penunjang eksplorasi minyak dan gas bumi tersebut berinvestasi di kabupatennya.

"Saya kesini menjemput bola karena sangat menginginkan perusahaan tersebut berinvestasi di Natuna," katanya di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu.

Dia mengatakan Pemkab Natuna akan memberikan kemudahan-kemudahan agar segera terwujud investasi perusahaan tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Ilyas Sabli beserta rombongan antara lain Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, Natuna, Ilham Kauli sangat merespon keinginan yang juga disampaikan dari pihak PT SCN.

"Salah satunya kemudahan itu, yakni masalah lahan yang disampaikan oleh Direktor PT SCN, Agus P Hidajat akan kami berikan beberapa alternatif, antara lain Teluk Buton," ungkapnya.

Sementara itu, Agus menerangkan bahwa ketertarikan pihaknya karena ingin memasarkan Natuna yang dilihat secara geografis sangat berpotensi.

"Perusahaan kami sudah menangani sangat dipercaya dalam bidang perminyakan. Jika perusahaan berada di Natuna akan mempermudah perusahaan-perusahaan perminyakan dan gas yang beroperasi di Natuna saat ini maupun untuk perkembangannya ke depan," ujarnya.

Menurutnya, saat ini saja ada empat perusahaan yang beroperasi dan sudah berproduksi di Kabupaten Natuna.

"Sudah sewajarnya perusahaan kami yang bergerak di bidang industri penunjang migas berada di Natuna guna mempermudah pengiriman semua kebutuhan perusahaan perminyakan dan gas tersebut," urainya.

Agus menyebutkan bahwa perusahaannya sudah membuat rig Premier Oil yakni Gajah Baru. "Jadi semua dikirim dari Batam, coba bayangkan jika bisa dilakukan di Natuna tentunya menekan biaya transportasi," tutupnya. (KR-RST/A013)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026