Logo Header Antaranews Kepri

Bapedalda Batam Selidiki Penyebab Ikan Mati

Selasa, 10 Juli 2012 22:41 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, masih menyelidiki penyebab ribuan ikan mati di Teluk Lengung, Nongsa.

"Penyebab ikan mati masih dipelajari," kata Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kota (Bapedalda) Batam Dendi Purnomo di Batam, Selasa.

Ia mengatakan Bapedalda masih akan mengambil sampel tambahan untuk mengetahui penyebab ikan mati.

Diperkirakan, ikan mati disebabkan teracuni limbah yang mengalir dari Tempat Pembuangan Akhir Punggur yang mengalir di muara sungai. Namun, Dendi belum memastikan.

Menurut dia, kualitas air laut memang melebih ambang, yaitu amonia, nitrat dan klorida. Namun, tiga parameter itu diketahui tidak menyebabkan kematian ikan.

"Berdasarkan studi literatur, tidak menyebabkan kematian ikan tiba-tiba di laut," kata dia.

Ribuan ikan diperairan Kampung Teluk Lenggung, Kabil, Nongsa, Kota Batam mati diduga tercemar limbah dari tempat pembuangan akhir (TPA) Punggur yang berjarak sekitar satu kilometer dari perairan tersebut.

Warga Teluk Lengung, Muhammad Khusin Bin Dale mengatakan pencemaran sudah terjadi sekitar dua bulan lalu. "Namun ikan semakin banyak mati sekitar dua minggu terakhir," kata dia.

Ia mengatakan, pencemaran tersebut membuat mata pencaharian ribuan kepala keluarga wilayah tersebut terganggu setelah banyak ikan mati.

"Kami tidak lagi bisa melaut di sekitar perairan sini. Ikan, udang, ketam, kepiting dan hewan lain lain sudah banyak yang mati. Jadi kami harus pergi jauh untuk mencari ikan," kata dia.

Khusin mengatakan, setiap hari warga setempat harus mengumpulkan ribuan ikan-ikan mati tersebut untuk dibakar agar saat ikan tersebut tidak sampai membusuk sehingga menimbulkan masalah lain.

Warga lain, Muhammad Arif mengatakan akibat tercemar limbah dari TPA Punggur tersebut, anak-anak juga mulai mengalami gatal-gatal dan penyakit kulit lain.

"Air sumur berwarna cokelat kehitaman dan nampak seperti mengandung minyak. Sehingga tidak layak untuk mandi apalagi minum," kata dia.(Y011/A013)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026