
Polresta Barelang Temukan 40 Bungkus Pil Ekstasi

Batam (ANTARA Kepri) - Kepala Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) Polresta Batam Rempang Galang (Barelang), AKB Dasrul Savit mengatakan keempat ribu ekstasi yang diamankan dari seorang penumpang kapal feri Batam Jet dari Selat Panjang, dikemas dalam 40 bungkus plastik dan dimasukan dalam tas.
"Pelaku mengira klau di Pelabuhan Domestik Sekupang tidak akan dilakukan pemeriksaan, maka ekstasinya hanya dikemas dalam plastik dan dimasukan dalam tas. Namun sebelum pelaku tiba kami telah mendapatkan informasi tentaang barang tersebut, maka kami lakukan pemeriksaan," kata dia di Batam, Minggu.
Ia mengatakan, sebelum pelaku sampai di Batam, pihak KKP Selat Panjang sudah menyampaikan informasi bahwa ada seorang penumpang yang dicurigai membawa ekstasi ke Batam dengan feri Batam Jet, sehingga saat kapal tersebut sampai di Batam petugas melakukan pemeriksaan.
"Akhirnya kami mengamankan seorang yang dicurigai membawa barang tersebut dan dibawa ke kantor KKP di Sekupang," kata dia.
Setelah dilakukan pemeriksaan, dalam tas pelaku ditemukan barang bukti seperti yang diinformasikan KKP Selat Panjang.
"Dengan kasus ini kami akan terus berkoordinasi dan memeperketat pemeriksaan di pelabuhan apalagi menjelang musim mudik Idul Fitri 1433 Hijriyah yang segera tiba," kata Dasrul.
Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Arief Bastari sebelumnya mengatakan Batam menjadi daerah transit narkoba terutama jenis shabu dari Malaysia sebelum dibawa ke daerah lain di Indonesia.
Menurut Arief, penyebabnya di Batam banyak pelabuhan tidak resmi (pelabuhan rakyat) yang minim pengawasan. Sehingga dimanfaatkan jaringan narkotika internasional untuk memasukkan shabu-shabu melalui Batam.
"Biasanya shabu-shabu yang masuk melalui Batam berasal dari Johor, Malaysia yang bisa ditempuh menggunakan perahu kecil dari Batam," kata dia.
Berdasarkan hasil penangkapan, kata Arief, modus yang dilakukan oleh kurir narkoba terus mengalami perubahan.
"Ada yang dimasukkan dalam celana dalam, dimasukkan dalam kemaluan (untuk wanita), ada juga yang dimasukkan dalam alas sepatu," ucap dia.
Arief mengatakan, terus mempelajari modus yang dilakukan para kurir untuk meminimalisasi keberhasilan jaringan narkotika internasional memasukkan shabu ke Indonesia.(KR-LNO/M009)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
