
UKM Binaan Jamsostek Dilirik Importir Singapura

Batam (ANTARA Kepri) - Usaha Kecil Menengah binaan Jamsostek Batam, Wakita, yang memproduksi olahan ikan tuna mulai dilirik importir Singapura.
"Sudah banyak yang minta informasi, tapi menurut Kadin, sudah ada importir yang ingin distribusi ke Singapura," kata pelaku UKM, Ina, di Singapura, Senin.
Ina mengolah daging ikan tuna menjadi abon, sedang tulangnya dijadikan kerupuk dan mie.
Penganan olahan ikan tuna itu dijual empat dolar Singapura sekitar Rp30.000 (dengan kurs Rp7.500 per dolar) satu bungkus yang berisi sekitar satu ons. "Beli tiga bayar 10 dolar Singapura," kata dia menambahkan.
Dalam pameran Bazar Ramadhan di Singapura, abon ikan tuna asal Batam menarik perhatian pengunjung. Menurut Ina, kebanyakan warga Singapura mengetahui manfaat abon ikan tuna, sehingga memborongnya.
"Untuk yang sudah tahu, langsung beli. Tapi yang tidak tahu, agak susah juga menjualnya. Di Singapura, ini namanya bukan abon, tapi serundeng ikan," kata dia.
Serundeng atau abon ikan tuna, kata dia, memiliki nilai gizi yang lebih tinggi dibanding ikan lainnya.
Sedangkan kerupuk dan mie tulang ikan, kata dia, diminati karena kandungan kalsium yang tinggi dan tidak mengandung lemak.
Tulang ikan tuna, kata dia, dihancurkan kemudian diolah menjadi mie yang siap makan.
Meski penjualan langsung di Singapura kecil, namun banyak distributor yang tertarik mengembangkan penganan khas itu, apalagi produk UKM binaan Jamsostek itu telah mendapatkan sertifikasi halal dan izin dari dinas kesehatan.
"Ini karena kami dibantu Jamsostek, karena untuk urus izin susah," kata dia.
Jamsostek, kata dia, amat membantu UKM binaannya, hingga "go internasional".
"Kalau bukan karena bantuan Jamsostek, kami tidak bisa berpameran di Singapura, karena biaya yang mahal," kata dia.
Sementara itu, Kepala Jamsostek Cabang Batam I Rilexya Suryaputa mengatakan selain memberikan asuransi bagi masyarakat, kata dia, saat ini Jamsostek tengah berupaya membantu pengembangan usaha-usaha kecil yang ada agar bisa berkembang menopang perekonomian.
"Kami memberikan berbagai bantuan pada usaha kecil melalui Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan PT Jamsostek yang dikenal dengan nama Program Dana Peningkatan Kesejahteraan Peserta (DPKP) dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)," kata dia.
Pusat usaha kecil menengan (UKM) di wilayah Tanjungpiayu, Sei Beduk, Kota Batam, dirintis menjadi kampung Jamsostek oleh PT Jamsostek (Persero) Cabang Batam I.
"Kami memiliki sekitar 40 mitra binaan di sana, dan berniat menjadikan Tanjungpiayu sebagai kampung Jamsostek," kata Rilexya.
Ia mengatakan, pihaknya terus melakukan pembinaan dan mulai merintis terbentuknya kampung Jamsostek tersebut.
"Dengan bantuan Dinas UKM Kota Batam, kami terus melakukan pembinaan pada pemilik UKM untuk meningkatkan kualitas produk yang mereka hasilkan agar mampu bersaing dan bisa berkembang," kata dia. (Y011/F002)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
