Logo Header Antaranews Kepri

Bintan Targetkan PAD dari Pariwisata 60 Persen

Senin, 27 Agustus 2012 04:22 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, menargetkan pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata mencapai 60 persen pada 2012.

"Pada 2011, penerimaan dari sektor pariwisata mencapai 52 persen, sedangkan pendapatan asli daerah (PAD) pada saat itu sekitar Rp130 miliar. Kami yakin pada tahun ini pendapatan daerah dari sektor pariwisata dapat mencapai 60 persen," kata Kepala Dinas Pariwisata Bintan Setioso di Tanjungpinang, Minggu.

Ia mengungkapkan, sejak dulu PAD di Bintan bertumpu pada sektor pariwisata, karena itu pemerintah berupaya meningkatkan daya tarik objek wisata bahari. Wisatawan domestik maupun mancanegara paling banyak berkunjung ke kawasan wisata internasional di Lagoi.

Selain memiliki pemandangan yang cantik dan pasir putih yang bersih, posisi Lagoi sebagai objek wisata unggulan di Bintan menguntungkan karena berdekatan dengan Singapura dan Malaysia. Jalur pelayaran Lagoi-Singapura juga telah dibuka sejak beberapa tahun yang lalu untuk melayani kebutuhan wisatawan mancanegara.

Dalam setiap bulan ribuan wisatawan mancanegara menginap di hotel-hotel yang tersedia di Lagoi.

"Sebagian pendapatan daerah dari sektor pariwisata paling banyak diperoleh dari Lagoi," ujarnya.

Menurut dia, objek wisata unggulan di Bintan bukan hanya di Lagoi, melainkan juga Pantai Trikora, Pulau Nicoi dan Mantang. Ribuan wisatawan lokal dan mancanegara setiap hari libur mengunjungi Pantai Trikora, Pulau Nicoi dan Mantang.

"Di Trikora, Pulau Nicoi dan Mantang juga menarik karena pantainya bersih dan tersedia banyak penginapan," ungkapnya.

Setioso mengatakan, pemerintah juga melaksanakan agenda pariwisata secara rutin, yang diikuti oleh para wisatawan domestik dan mancanegara, seperti triathlon, "trekking" dan Tour de Bintan.

"Setelah Idul Fitri kami akan melaksanakan sosialisasi lebih intensif untuk menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara lebih banyak," katanya. (NP/N002)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026