Logo Header Antaranews Kepri

Pembangunan Bendungan Gesek Terkendala Pembebasan Lahan

Selasa, 28 Agustus 2012 06:58 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Pembangunan bendungan di Sungai Gesek, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, terkendala permasalahan pembebasan lahan.

"Lahan yang digunakan untuk pembangunan bendungan dan penyaluran air bersih dari Sungai Gesek ke Sungai Pulai seluas 20 hektare, tetapi sebagian besar belum dibebaskan," kata pelaksana teknik PT Wika, Didit Nur Afendi.

Ia mengatakan, proyek pembangunan bendungan, pengelak banjir, bangunan deture dan tanggul di bibir jalan belum dapat dikerjakan secara maksimal. Persentase pengerjaan proyek baru mencapai sekitar 20 persen, sementara pekerjaan itu harus selesai Desember 2012.

Saat ini, kata dia, pihak kontraktor hanya dapat melakukan optimalisasi pengerjaan pada bagian normalisasi bendungan. Hal itu disebabkan lahan tersebut sudah dibebaskan.

"Proyek ini mulai dikerjakan pada Maret 2012 dengan nilai Rp12 miliar. Anggaran bersumber dari APBN," katanya.

Pengurus PT Wika juga sering didatangi warga yang mempertanyakan status lahan yang digunakan untuk pembangunan bendungan itu. "Kami tidak dapat menjawabnya, karena itu wewenang dari pemerintah," katanya.

Sementara Gubernur Kepri HM Sani di lokasi pengerjaan proyek bendungan itu, Senin mengatakan, berdasarkan UU Nomor 2/2012, pembebasan lahan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah, melainkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

BPN juga masih menunggu petunjuk teknis dalam membebaskan lahan itu.

"Pada prinsipnya pemilik lahan mendukung kebijakan pemerintah. Kami berharap BPN dapat membebaskan lahan warga dalam waktu dekat," ujar HM Sani.

Ia mengungkapkan, pembangunan bendungan dan aliran sungai dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Bintan dan Tanjungpinang. Proyek itu akan dilanjutkan pada tahun 2013 dengan tambahan anggaran Rp27 miliar.

"Anggaran bersumber dari APBN. Akhir tahun 2013 seluruh kegiatan harus selesai," ungkapnya.

Sani juga meminta PDAM Tirta Kepri melakukan pipanisasi dari Sungai Pulai menuju pusat Pemerintahan Kepri di Dompak, Tanjungpinang. Nilai proyek pipanisasi mencapi Rp5 miliar.

"Awal tahun 2014 baru dapat disalurkan ke Dompak," katanya.

Sementara Direktur PDAM Tirta Kepri, Kholik Fazdawani, mengatakan, sumber air bersih di Sungai Gesek yang disalurkan ke Sungai Pulai dapat meningkatkan kapasitas penyaluran air menjadi 100 liter/detik.

"Jumlah pelanggan di Bintan dan Tanjungpinang dapat ditambah 8.000 rumah. Saat ini daftar tunggu calon pelanggan PDAM Tirta Kepri mencapai 4.000 rumah," katanya. (NP/A013)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026