
Batam Perlukan Tambahan Peternakan Sapi

Batam (ANTARA Kepri) - Kota Batam memerlukan tambahan peternakan sapi untuk memasok daging segar wilayah tersebut karena selama ini pasokan daging hanya berasal dari satu peternakan.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kota Batam Ahmad Hijazi di Batam, Senin mengatakan, tambahan peternakan sapi bertujuan membentuk harga daging sapi segar agar kompetitif di pasaran.
"Dengan hanya satu peternak sapi saja memicu daging sapi segar di Batam tidak kompetitif," katanya.
Hijazi mengatakan, selama ini pasokan daging sapi segar di Batam berasal dari peternakan sapi yang lokasinya ada di Sei Temiang, yang sifatnya hanya tempat penampungan sementara sebelum hewan-hewan tersebut disembelih.
"Sapi-sapi ternak langsung didatangkan dari luar Batam seperti Lombok, Madura dan sejumlah kota yang ada di Pulau Jawa dan Sumatra," kata dia.
Kepala Dinas mengatakan, hal tersebut harus diatasi sesegera mungkin untuk menjaga harga dan pasokan kebutuhan daging segar di Batam.
"Selama ini banyak investor baru yang ingin masuk. Namun di Batam sangat sulit mendapatkan lahan yang cukup luas untuk peternakan," kata dia.
Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, menurut Hijazi, tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada Disperindag, namun harus melibatkan semua intansi terkait seperti Dinas Peternakan (Kelautan Perikanan Peternakan dan Kehutanan/KP2K), Balai Karantina Hewan, Badan Pertanahan dan sejumlah instansi lainnya yang terlibat.
"Perlu kerjasama semua pihak agar di Batam bisa didirikan peternakan yang bisa mencukupi kebutuhan daging segar," kata Hijazi.
Berdasarkan data Dinas KP2K Batam konsumsi daging sapi di Batam per bulan mencapai 630 ton. Dari angka tersebut hanya sekitar 20 persen yang bisa dipenuhi dari peternakan lokal.
Dinas KP2K mencatat, sekitar 80 persen kebutuhan daging di Batam masih dipenuhi daging beku yang diimpor dari Australia dan Selandia Baru.
"Setiap tahun dilakukan dua kali impor. Kuotanya ditentukan pusat," kata Kabid Peternakan Dinas KP2K Batam, Sri Yunelly. (LNO/S025)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
