
Dua Calhaj Riau Dirawat di RSBP

Batam (ANTARA Kepri) - Dua orang calon haji Provinsi Riau yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) enam Embarkasi Hang Nadim Batam dirawat di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam.
"Amran bin Abdul Rani dan Yusnani binti Adam dirawat di RSBP hingga siang ini," kata petugas kesehatan Embarkasi Batam, Chandra, di Batam, Rabu.
Seharusnya, Amran (74) dan Yusnani (74) berangkat ke Tanah Suci, Selasa malam, namun karena sakit maka menunda keberangkatannya.
Jika kondisi Amran dan Yusnani membaik dan diizinkan berangkat oleh tim kesehatan, keduanya akan berangkat bersama kloter berikutnya bila terdapat kursi kosong.
Amran diketahui memiliki masalah pada saluran pencernaan. Sehingga mengganggu kesehatannya. Sedangkat Yusnani menderita diabetes.
Selain Amran dan Yusnani, dua orang pendamping masing-masing juga menunda keberangkatannya ke Tanah Suci, yaitu Pariman binti Adam dan Syofrani binti Saifuddin.
Peningkatan Anggaran
Anggota DPR RI Herlini Amran mendorong peningkatan anggaran pelayanan haji demi kenyamanan jamaah haji di Tanah Suci.
"Kami mendukung peningkatan anggaran haji asal dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan jamaah haji," kata Herlini.
Ia mengatakan, peningkatan anggaran perlu untuk tenaga pelayanan kesehatan di dalam negeri dan di Tanah Suci.
Pada 2012, ia mengatakan, terjadi efesiensi anggaran di segala bidang, termasuk untuk Direktorat Jenderal Haji Kementerian Agama. Akibat efesiensi itu, jumlah tenaga medis di Embarkasi berkurang dari 30 orang menjadi delapan hingga 11 orang.
"Untung pengurangan ini diantisipasi pemerintah daerah yang melengkapi kekurangan menggunakan tenaga dari daerah," kata anggota DPR RI daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau.
Selain tenaga kesehatan di Embarkasi, menurut dia, perlu penambahan tenaga petugas kesehatan yang berangkat bersama jamaah haji dalam kelompok terbang.
"Perlu penambahan anggaran petugas kesehatan haji," kata dia.
Saat ini, dalam setiap kloter, hanya terdapat satu orang dokter dan dua perawat. Tiga orang tenaga medis itu melayani 440 orang calon haji. Menurut dia, perbandingan itu amat tidak imbang.
Ia mengusulkan, jumlah tenaga medis yang ikut dalam kloter bersama jamaah ditingkatkan menjadi dua dokter dan tiga perawat.
"Itu merupakan aspirasi dari bawah yang disampaikan," kata dia.(Y011/F002)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
