Logo Header Antaranews Kepri

DPRD Batam Nilai Dinkes Tidak Responsif DBD

Rabu, 26 September 2012 20:14 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Komisi IV DPRD Kota Batam, Kepulauan Riau, menilai Dinas Sosial setempat tidak responsif terhadap banyaknya kasus demam berdarah dengue (DBD) selama 2012 sehingga mengakibatkan beberapa korban meninggal karena terlambat penanganannya di rumah sakit.

"Dinkes tidak pernah bertindak kalau tidak ada kasus yang mengakibatkan korban meninggal. Tahun ini dari 405 kasus, lima orang telah meninggal," kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho di Batam, Rabu.

Ia mengatakan, seharusnya Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam menginstruksikan pada seluruh rumah sakit di Batam agar menangani korban DBD dengan serius agar tidak banyak korban meninggal.

"Ini Kepala Dinas terkesan membiarkan saja, akibatnya banyak pasien yang tidak ditangani secara serius di berbagai rumah sakit dan akhirnya meninggal," kata Udin.

Komisi IV kata dia, juga meminta Dinkes untuk menindak rumah sakit yang menolak pasien miskin terutana dalam kondisi sakit keras.

"Banyak laporan warga yang ditolak saat hendak berobat ke rumah sakit. Ada pula yang diterima namun tidak ditangani secara serius. Harusnya Dinas Kesehatan menegur rumah sakit tersebut," kata dia.

Ia mengatakan, larangan menolak pasien sudah diatur dalam UU 44/2009 tentang Rumah Sakit dan UU 36/2009 tentang Kesehatan.

"Di situ disebutkan rumah sakit tidak boleh menolak pasien. Kalau ada kasus seperti itu, Dinkes yang harus bertindak," kata politisi PDI-P tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Chandra Rizal mengatakan kasus korban meninggal tahun ini memang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Kebanyakan kasus DBD di Batam terjadi di daerah endemik dan pemukiman padat penduduk seperti Bengkong, Batuaji dan Sagulung.

Chandra mengatakan sudah langsung mengambil tindakan pencegahan dan meminimalisir penyebaran jentik nyamuk DBD.

"Cuaca yang sudah masuk musim hujan juga menjadi penyebab percepatan penyebaran jentik nyamuk. Banyaknya genangan air di sejumlah barang bekas dekat rumah perlu diwaspadai karena akan berpotensi sebagai sarang nyamuk untuk bertelur," kata dia. (LNO/A013)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026