Logo Header Antaranews Kepri

Dua Pasang Kandidat Tidak Hadiri Dialog Terbuka

Sabtu, 6 Oktober 2012 15:22 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Dua pasang calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Maya Suryanti-Tengku Dahlan dan Hendry Frankim-Yusrizal, tidak menghadiri acara dialog terbuka bertema Rakyat Bicara, Kandidat Mendengar yang digelar LSM Cerdik Pandai Pemuda Melayu.

"Kami anggap kandidat yang tidak hadir dalam dialog terbuka tidak siap berhadapan dengan rakyat. Tetapi biarlah rakyat yang menilainya," kata Ketua Cerdik Pandai Pemuda Melayu, Edi Susanto, di GOR Kaca Puri Tanjungpinang, Sabtu.

Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang yang hadir hanya Lis Darmansyah-Syahrul dan Husnizar Hood-Rudy Chua. Peserta dialog itu kebanyakan terdiri dari tim sukses kandidat, mahasiswa dan pelajar.

Masing-masing kandidat diberi kesempatan dalam waktu yang dibatasi oleh panitia untuk menjawab seluruh pertanyaan peserta yang hadir. Selain itu, mereka juga diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri dan membeberkan program kerjanya jika terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang selama lima tahun mendatang.

"Saya tidak ingin berbicara seperti menjual kecap. Tetapi yang akan saya lakukan untuk Tanjungpinang adalah membangun kota ini menjadi lebih maju dengan masyarakat yang sejahtera," kata Lis Darmansyah yang juga Wakil Ketua DPRD Kepulauan Riau (Kepri).

Lis yang juga Sekretaris DPW PDIP Kepri mengatakan, Tanjungpinang harus dibangun secara maksimal sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bukan kebutuhan kelompok tertentu. Karena itu, pemimpin daerah harus merespons seluruh aspirasi yang konstruktif yang disampaikan oleh masyarakat.

Tanjungpinang yang memiliki potensi dibidang pariwisata, sumber daya alam dan kelautan juga harus dipromosikan kepada investor. Investasi yang besar dapat meningkatkan pendapatan daerah, kesejahteraan masyarakat dan mengurangi pengangguran.

"Tetapi itu bukan kerja yang mudah, melainkan harus didukung oleh semua pihak. Termasuk pengelolaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas di Tanjungpinang juga harus dibenahi," katanya.

Sementara itu, Husnizar Hood mengatakan, pembangunan di Tanjungpinang tidak hanya dapat dilakukan dengan menggunakan "pantun", melainkan harus dikerjakan secara serius dan berkesinambungan. Pembangunan fisik dan sumber daya manusia di Tanjungpinang merupakan program prioritas yang akan dilakukan selama lima tahun mendatang.

"Yang paling penting, dalam menjalani roda pemerintahan kami tidak terikat dengan politik balas jasa. Kami tidak memiliki beban ketika terpilih menjadi wali kota dan wakil wali kota," ungkapnya.(KR-NP/N001)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026