
AISKI Siap Sukseskan Ekspor Sayur Bintan

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia siap membantu Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Kabupaten Bintan untuk menyukseskan rencana ekspor sayur ke Singapura.
"Ini momentum yang tepat untuk bersinergi dengan Pemerintah Kepulauan Riau (Kepri) dan Bintan. Kami sudah punya teknologi pemanfaatan serbuk sabut kelapa (coco peat) untuk meningkatkan produktivitas tanaman holtikultura di lahan kritis," kata Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI), Ady Indra Pawennari yang dihubungi dari Tanjungpinang, Jumat.
Menurut Ady, AISKI telah kekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menerapkan teknologi pemanfaatan "coco peat" untuk tanaman holtikultura sejak 27 September 2012.
"Selama ini, petani di Pulau Bintan banyak mengeluh kesulitan bercocok tanam karena kondisi lahan yang berbatu dan berpasir. Oleh karena itu, AISKI menawarkan 'coco peat' sebagai solusinya," ujar Ady.
Dengan "coco peat", menurut Ady, Kabupaten Bintan atau Kepri dapat berjaya sebagai eksportir sayur terbesar untuk Singapura.
Dijelaskan dia, selain sebagai penyubur tanaman, "coco peat" memiliki sifat mudah menyerap dan menyimpan air. Ia juga memiliki pori-pori yang memudahkan pertukaran udara dan masuknya sinar matahari. Kandungan trichoderma molds-nya, sejenis enzim dari jamur, dapat mengurangi penyakit dalam tanah dan menjaga tanah tetap gembur dan subur.
Coco peat juga mengandung unsur-unsur hara dari alam yang sangat dibutuhkan tanaman, berupa kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), natrium (Na) dan fospor (P).
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepri, Said Ja'far di sela-sela pembukaan pameran holtikultura di Batam, menargetkan ekspor berbagai sayur hasil perkebunan Kabupaten Bintan ke Singapura mulai 2013.
Said mengatakan, saat ini petani di Kabupaten Bintan mengembangkan delapan jenis sayuran yang akan diekspor ke negeri tetangga Singapura. Kedelapan jenis sayuran tersebut dikembangkan di atas lahan seluas 50 hektare.
Berdasarkan data statistik dari Agri-Food & Veterinary Authority of Singapura (AVA), produk holtikultura Indonesia yang masuk ke Singapura saat ini baru mencapai 4 persen atau 21.105 ton dari 487.336 ton sayurmayur yang masuk ke Singapur per tahunnya.(*)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
