Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menggelontorkan dana hibah sebesar Rp2,5 miliar untuk mendukung pembinaan bibit atlet muda dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Kota (Porkot) ke-6 yang akan digelar pada 7-14 September 2025.
Sebanyak 23 cabang olahraga akan dipertandingkan, sebagai ajang penjaringan atlet unggulan dari 12 kecamatan di Batam.
Kepala Dinas Olahraga dan Kepemudaan (Dispora) Batam Zulkarnain di Batam, Sabtu, menyampaikan bahwa Porkot merupakan kegiatan multi event empat tahunan yang menjadi ajang pembinaan dan penjaringan atlet potensial sejak tingkat kecamatan.
“Ini akan menjadi ajang seleksi bibit unggulan. Atlet-atlet yang tampil di Porkot kita siapkan untuk ajang Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) di tahun 2026,” ujar dia.
Untuk mendukung pembinaan cabang olahraga, tahun ini Pemkot Batam telah mengalokasikan anggaran hibah sebesar Rp7 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp2,5 miliar difokuskan untuk penyelenggaraan Porkot.
“Ini termasuk untuk kebutuhan panitia, pelaksanaan acara, hingga dukungan ke cabor dan kecamatan,” kata Zulkarnain.
Baca juga: Bulog catat distribusi beras bantuan pangan capai 87 persen di kota Batam
Sebagai bagian dari persiapan, hari ini digelar bimbingan teknis (bimtek) manajemen olahraga dan pengelolaan hibah kepada 48 cabang olahraga dan organisasi fungsional yang bernaung di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Batam.
“Bimtek ini merupakan kerja sama di mana Dispora Batam sebagai pembina yang monitor penggunaan dana hibah. Kami ingatkan agar pelaksanaan program tidak melebihi standar satuan harga. Jangan sampai ada penyalahgunaan,” kata dia.
Ia juga mengingatkan para pengurus untuk memperhatikan asupan gizi atlet menjelang kompetisi.
“Kita hanya punya waktu sebulan, jadi konsumsi atlet harus diperhatikan agar tetap fit dan bertenaga tinggi,” kata dia.
Wakil Ketua I KONI Batam, Aldi Sanjaya, menyebut seluruh cabang olahraga yang tergabung di KONI Batam telah menerima dana hibah sejak April lalu dan dana tersebut langsung disalurkan ke rekening masing-masing cabang olahraga dan organisasi olahraga.
“Untuk Porkot nanti kami akan mempertandingkan seluruh 12 kecamatan untuk menentukan juara umum. Terakhir kami adakan di 2017 dan tertunda karena pandemi COVID-19. Namun di tahun ini kami adakan kembali untuk menjaring bibit atlet baru,” kata dia.
Untuk tahun ini, Dispora Batam dan KONI Batam optimistis akan lahir atlet-atlet muda berprestasi yang bisa diandalkan di tingkat provinsi maupun nasional, terutama dari cabang olahraga andalan seperti layar, ski air, dan tinju.
Baca juga: Kunjungan wisman ke Batam pada Juni tembus 160 ribu, tertinggi di 2025
Baca juga: BACT investasi 85 juta dolar AS untuk operasional peti kemas Batu Ampar

Komentar