Logo Header Antaranews Kepri

India bantah kritik AS dan Uni Eropa tentang perdagangan minyak dengan Rusia

Selasa, 5 Agustus 2025 14:37 WIB
Image Print
Ilustrasi bangunan dan bendera India (ANTARA/Pexels/Varam NM)

Ankara (ANTARA) - India pada Senin (4/8) menepis kritik Amerika Serikat dan Uni Eropa terkait perdagangan berkelanjutannya dengan Rusia dengan menegaskan bahwa New Delhi akan menjaga kepentingan nasionalnya.

Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif impor terhadap produk India, sambil menuduh negara terpadat di dunia itu mengambil keuntungan dari penjualan kembali minyak Rusia.

Kementerian Luar Negeri India membela posisinya dengan mengatakan bahwa negaranya mulai mengimpor minyak dari Rusia karena pasokan tradisional telah dialihkan ke Eropa setelah pecahnya konflik di Ukraina.

“Amerika Serikat pada saat itu secara aktif mendorong impor seperti itu oleh India untuk memperkuat stabilitas pasar energi global,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan, menyusul pengenaan tarif oleh Washington sebesar 25 persen terhadap barang-barang India yang secara tak terduga tinggi.

Kementerian tersebut menambahkan bahwa pembelian minyak Rusia oleh India dimaksudkan untuk memastikan biaya energi yang dapat diprediksi dan terjangkau bagi konsumen India, sebuah keharusan yang yang didorong oleh situasi pasar global.

Pernyataan itu juga menyoroti apa yang mereka sebut "mengungkap" hipokrisi negara-negara yang mengkritik India, dengan menyebut bahwa sebagian dari mereka masih terus berdagang dengan Rusia.

“Tidak seperti kasus kami, perdagangan mereka bahkan bukan karena kebutuhan vital nasional,” tambahnya.

Mengutip data resmi, kementerian tersebut menyatakan bahwa tahun lalu Uni Eropa melakukan perdagangan barang bilateral dengan Rusia senilai 67,5 miliar euro, sementara AS masih terus mengimpor uranium heksafluorida dari Rusia untuk industri nuklirnya, serta paladium untuk industri kendaraan listrik, pupuk, dan bahan kimia Negeri Paman Sam tersebut.

“Penargetan terhadap India adalah tindakan yang tidak adil dan tidak masuk akal,” kata Kementerian Luar Negeri India.

“Seperti negara ekonomi besar lainnya, India akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan nasional dan keamanan ekonominya,” lanjut kementerian tersebut.

Pada tahun lalu, minyak Rusia menyumbang sekitar 35 hingga 40 persen dari total impor minyak India.

Sumber: Anadolu


India belum setop impor minyak dari Rusia meski ditekan AS...
 



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026