Logo Header Antaranews Kepri

KPA Batam Temukan 423 Kasus HIV/AIDS Baru

Senin, 3 Desember 2012 19:06 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Batam menemukan 423 kasus Human Immunodeficiency Virus/Aquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) baru di kota tersebut pada periode Januari hingga November 2012.

"Angka penderita HIV mengalami peningkatan dari 2011 yang hingga akhir Desember hanya 397 kasus," kata Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Batam Pieter Pureklolong di Batam, Senin.

Pieter mengatakan, dari 423 kasus HIV baru yang ditemukan hingga November 2012 tersebut, sebanyak 254 orang penderita positif AIDS. Sementara pada 2011 dari 397 kasus HIV yang ditemukan, penderita yang positif AIDS mencapai 151 kasus.

"Itu hanya yang memeriksakan dan diketahui mengidap HIV/AIDS. Sementara yang tidak memeriksakan akan lebih banyak lagi," kata dia.

Pieter mengatakan, kasus HIV/AIDS di Batam pertama kali ditemukan pada 1992. Sejak tahun itu jumlahnya terus meningkat setiap tahun.

"Mulai 1992 sampai 1999, penyebabnya penyebaran HIV/AIDS di Batam karena hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan, 2000 sampai 2006 karena narkoba-jarum suntik, dan 2007 sampai sekarang, kembali lagi ke hubungan seks," kata Pieter.

KPA Batam mencatat, penyebab utama peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS ialah banyaknya lelaki hidung belang yang menjadi pelanggan wanita pekerja seksual komersial sehingga suami yang terjangkit juga menularkan pada istri di rumah.

"Itu sangat berbahaya, karena selain pada istri juga bisa menularkan pada anak yang dilahirkan oleh istri yang mengidap HIV/AIDS dari suami," kata dia.

Ketua Dewan Perkumpulan Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK), Sri Soedarsono mengatakan dari pusat VCT Kasper HIV Centre RSBK, selama periode Januari-Juni 2012 sebanyak 16 orang perempuan hamil di Kota Batam positif mengidap HIV/AIDS yang kemungkinan ditularkan oleh suami serta sebanyak 21 bocah berusia bawah 14 tahun juga mengidap HIV/AIDS yang ditularkan oleh orang tua mereka.

Ia mengatakan, kondisi ini menunjukkan HIV/AIDS sudah menjalar dan merambah pada kalangan yang seharusnya tidak masuk golongan rentan terhadap penularan penyakit tersebut.

"Perlu peran semua pihak untuk penanggulangan HIV/AIDS, karena dalam beberapa tahun terakhir pun ada temuan ibu hamil dan anak-anak terjangkit virus mematikan tersebut," kata dia.

Sri Soedarsono mengajak semua pihak bersama-sama membantu dalam penanggulangan HIV/AIDS di Kota Batam karena penyebarannya sudah menyentuh ibu rumah tangga dan anak yang tidak masuk golongan berisiko tinggi. (ANTARA)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026