
KPA: Hati-hati Cukur di Pangkas Rambut Umum

Batam (Antara Kepri) - Komisi Penanggulangan AIDS memperingatkan agar masyarakat berhati-hati saat mencukur kumis, janggut, jenggot dan rambut di kedai pangkas rambut umum agar terhindar dari penularan HIV/AIDS.
"Harus diproteksi, saat ke tukang cukur, pastikan silet masih baru," kata Komisioner KPA Kepri Nasrum Siagian di Batam, Rabu.
Penggunaan silet cukur secara bergantian merupakan salah satu cara penularan HIV/AIDS.
Saat bercukur, pisau cukur kerap melukai wajah, sehingga keluar darah.
Bila pisau itu terkena darah orang terpapar HIV/AIDS dan kemudian pisau yang sama digunakan oleh orang lain, maka virus dapat tertular.
"Lebih bagus mencukur sendiri, lebih aman," kata dia.
Memang, sampai saat ini, KPA Kepri belum menemukan kasus penularan HIV/AIDS melalui pisau cukur namun Nasrum mengatakan tetap harus diwaspadai.
KPA mendata sepanjang 10 tahun terakhir terdapat sekitar 6.000 orang yang terdeteksi terpapar HIV di seluruh kepri.
Dengan jumlah penduduk Kepri yang sebanyak 1,6 juta orang, maka tingkat penderita HIV/AIDS itu relatif tinggi.
Kepri pernah menduduki peringkat ke empat angka penderita AIDS tertinggi se-Indonesia.
Berkat kerja sama yang baik antara KPA, pemerintah, LSM dan pihak terkait lainnya, angka penderita AIDS terus menurun, hingga kini Kepri duduk di urutan 11 penderita AIDS terbanyak di Indonesia.
Di tempat yang sama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepri Aisyah Sani mengatakan potensi penularan HIV/AIDS sangat tinggi di Batam.
"Potensi penyalahgunaan narkoba dan tertular HIV/AIDS, besar di Batam," kata dia.
Di Batam, terdapat banyak sekali tempat hiburan malam yang menawarkan berbagai kenikmatan dunia sesaat yang bisa berakibat fatal, termasuk menularkan HIV/AIDS.
Ia berharap generasi muda bisa menghindari berbagai godaan untuk menghentikan penularan virus yang menyerang daya tahan tubuh itu.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
