Logo Header Antaranews Kepri

DPRD Batam Sambut Baik Rencana Penghapusan LKS

Jumat, 7 Desember 2012 21:47 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam menyambut baik rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, menghapuskan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dinilai tidak efektif karena Kementerian telah menyusun buku pegangan untuk kurikulum 2013.

"Rencana tersebut sangat positif. Menyatukan materi pelajaran dan soal yang sebelumnya terpisah dengan buku LKS akan lebih efektif," kata dia di Batam, Jumat.

Dengan rencana perubahan dari Kementerian, siswa akan terlatih untuk membaca materi dan sekaligus soal yang terkait langsung materi pelajaran.

"Karena selama ini, LKS itu tidak sesuai antara materi pelajaran. Salah satunya yang terjadi di Batam kemarin pada mata pelajarannya Penjaskesra, tapi isi LKS-nya malah soal biologi," kata Udin.

Berdasarkan pengalaman dan soal-soal LKS, banyak "nyeleneh" dan menimbulkan persoalan.

"Makanya lebih baik memang LKS dihapuskan. Kalaupun perubahan tidak dilakukan, lebih baik LKS disusun guru yang bersangkutan agar guru lebih kreatif. Dan soal yang muncul, gurunya mampu menjawab," kata dia.

Udin mengatakan, buku itu untuk pengembangan kurikulum tidak boleh menjadi beban bagi masyarakat.

"Saya sependapat dengan Mendikbud perlu kebijakan itu untuk menanggulangi kesalahan konten seperti memuat konten pornografi. Selama ini dinilainya, siswa-siswi masih dibebani dengan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) yang harus dibeli terpisah," kata politisi PDI-P itu.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyusun buku pegangan untuk kurikulum 2013. Dimana dalam kurikulum baru ini, soal disatukan dengan buku pelajaran dan tidak terpisah. Soal dalam buku berkaitan langsung dengan materi pelajaran.

Rencananya, tanggung jawab buku tersebut akan terpusat pada tim penyusun yang dibentuk Kemendikbud, sementara penerbit-penerbit lain hanya akan memiliki hak untuk menggandakan, bukan menulis buku baru.

"Semoga langkah Mendikbud ini akan membawa kebaikan pada dunia pendidikan di Indonesia," kata Udin.(*)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026