Logo Header Antaranews Kepri

Bulog Batam telah salurkan 74,74 ton beras SPHP

Sabtu, 16 Agustus 2025 11:16 WIB
Image Print
Kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Karimun, Pulau Stunak pada saat beras dikeluarkan ke dermaga oleh pihak Polres Karimun bersama Bulog Batam-Karimun di Kepri (16/8/2025). (ANTARA/HO-Bulog Batam)

Batam (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Batam, Kepulauan Riau (Kepri) telah menyalurkan 74,74 ton atau 12,4 persen dari total jumlah 594,66 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menjaga pasokan beras di daerah kepulauan Batam dan Karimun.

Pimpinan Bulog Kacab Batam Guido XL Pereira saat dihubungi di Batam, Sabtu, mengatakan penyaluran dilakukan melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah bekerja sama dengan berbagai mitra di lapangan.

“Hari ini Bulog Batam bersama Kodim 0316 melaksanakan kegiatan di Kelurahan Bengkong Saday, Komplek Pergudangan Bulog Batu Merah, dan di pasar-pasar wilayah Kabupaten Karimun,” ujar dia.


Baca juga: Pertamina Sumbagut perkuat tata kelola hukum agen BBM Industri

Penyaluran beras SPHP telah dimulai sejak 1 Agustus 2025, katanya, menjelaskan.

“Alokasi 594 ton ini sebenarnya akumulasi dari Juli dan Agustus, tapi karena kegiatan baru berjalan di Agustus, penyalurannya kami fokuskan bulan ini. Nanti di September ada tambahan lagi,” katanya, menjelaskan.

Beras SPHP dijual dengan harga normal Rp58.000 per kemasan 5 kilogram, tanpa subsidi. Pada setiap kegiatan, Bulog Batam juga memastikan ada stok 2 ton.

“Kami pastikan harga ini stabil dan terjangkau masyarakat. Stok di Batam masih cukup banyak, sementara di Karimun lebih banyak kami distribusikan karena pasokan beras di sana relatif terbatas,” kata Guido.

Baca juga: Kapolda: Keamanan kunci penting jaga investasi di KEK Galang Batang di Bintan

Penyaluran SPHP dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah daerah seperti Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan, aparat TNI/Polri, serta mitra Bulog seperti Rumah Pangan Kita (RPK).

“Kami mengundang para mitra dan instansi terkait agar lokasi distribusi bisa dipersiapkan secara optimal,” katanya, menambahkan.

Selain itu, Guido mengatakan program bantuan pangan alokasi Juni-Juli sudah terealisasi sepenuhnya.

“Kalau penyaluran beras bantuan pangan, alokasi Juni-Juli sudah 100 persen tersalurkan. Tinggal SPHP yang sedang kami percepat,” ujar dia.

Bulog Batam memastikan kegiatan tersebut akan terus berlanjut sebagai upaya menjaga ketersediaan beras dan menekan potensi kenaikan harga di Batam, Karimun, dan wilayah kepulauan sekitarnya.

Baca juga:
Sebelum liburan, cek dulu prakiraan cuaca wilayah Kepri hari ini

Barantin Kepri musnahkan 4 ton bawang merah yang masuk tanpa prosedur resmi



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026