Logo Header Antaranews Kepri

Cuaca Buruk Akibatkan Nelayan Batam Tidak Melaut

Sabtu, 19 Januari 2013 18:04 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Nelayan tradisional Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, tidak melaut karena angin utara yang melanda mengakibatkan cuaca buruk dan gelombang tinggi sehingga membahayakan mereka.

"Gelombang laut sangat tinggi dan angin kencang membahayakan bagi kami yang hanya melaut menggunakan perahu-perahu kecil. Apalagi kondisi seperti ini juga membuat ikan sulit didapat," kata seorang nelayan di Telaga Punggur, Batam, Nur Aziz, di Batam, Sabtu.

Ia mengaku bersama banyak kawannya memilih memperbaiki kapal sebagai persiapan melaut jika cuaca sudah kembali mendukung setelah angin utara berlalu.

"Mau bagaimana lagi, alam tidak bisa dilawan, apalagi kalau dipaksa juga tidak akan bisa mendapatkan hasil tangkapan yang memuaskan. Ini kesempatan kami untuk kembali mempersiapkan kapal sebelum kembali melaut," kata dia.

Nur memperkirakan musim utara berakhir setelah perayaan Imlek, pada pertengahan Februari 2013.

Seorang nelayan lain di kawasan Barelang, Nurrahman, memilih menjadi pengumpul ganggang (alga laut) yang banyak tersebar di karang-karang pinggir pulau selama musim utara.

Ganggang tersebut dijemur, kemudian setelah kering dijual dengan harga Rp1.000-1.500 per kilogram.

"Saat tidak melaut ini yang bisa kami lakukan. Sekadar mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan seharri-hari," kata Nurrahman.

Ia mengatakan walaupun harganya murah, ganggang mudah diperoleh di perairan Batam.

Sejak akhir November 2012 hingga pekan ketiga Januari 2012, harga ikan di sejumlah pasar tradisional di Batam mengalami kenaikan fluktuatif dari 10-50 persen.

"Pasokan berkurang, kadang malah hampir tidak ada ikan masuk. Jadi harganya naik-turun namun masih sekitar 10-50 persen di atas harga normal," kata seorang pedagang ikan di Botania, Muhajir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Hang Nadim Batam, memperkirakan gelombang tinggi dan arus cepat terjadi di beberapa wilayah perairan Kepulauan Riau. Nelayan dan pengguna transportasi laut diminta berhati-hati.

"Pelaku aktivitas kelautan diimbau agar berhati-hati terhadap gelombang laut yang tinggi serta arus laut yang kuat," kata petugas Forecaster BMKG Hang Nadim Batam Adji Setiawan.

Badai Tropis Sonamu di Laut China Selatan masih menyebabkan angin di udara lapisan atas Kepulauan Riau bertiup kencang dan kelembaban udaranya rendah. Hal itu berdampak pada pembentukan awan yang sedikit.

"Cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan, akan tetapi masih ada peluang hujan ringan yang bersifat lokal," kata dia.

BMKG memprakirakan kecepatan angin 5-30 kilometer per jam. (ANTARA)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026