Logo Header Antaranews Kepri

KSAL: Tak Ada Pencaplokan Pulau Semakau

Selasa, 22 Januari 2013 16:12 WIB
Image Print

Jakarta (ANTARA Kepri) - Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Marsetio menegaskan tidak ada pencaplokan pulau terluar, Semakau, Kota Batam, Kepulauan Riau, oleh Singapura.

"Tidak ada wilayah yang dicaplok," tegas KSAL usai memimpin upacara serah terima jabatan Panglima Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) dari Laksda TNI Sadiman kepada Laksda TNI Arief Rudianto di Markas Komando Armabar, Jakarta, Selasa.

Ia menyatakan pulau-pulau terluar ataupun terdepan yang dimiliki Indonesia telah diinventariskan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Mengenai jumlah pulau, kita sudah mendepositkan ke PBB sehingga sudah jelas mana wilayah kita dan mana wilayah Singapura," kata Marsetio.

Pulau Semakau, kata dia, termasuk dari 10 wilayah perbatasan yang sudah diselesaikan dengan pihak Singapura. "Di segmen barat mulai dari Pulau Nipa hingga utara Batam itu sudah tuntas. Namun di segmen timur memang masih ada permasalahan tapi tidak ada wilayah kita yang dicaplok," kata KSAL.

Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ramadhan Pohan menegaskan bahwa berita yang beredar di beberapa media sosial dan cetak mengenai perampasan Pulau Semakau di Provinsi Riau oleh Singapura adalah isu yang tidak benar atau kebohongan.

"Tidaklah benar isu di media sosial dan media cetak bahwa telah terjadi 'pencaplokan' asing oleh Singapura terhadap Pulau Semakau di Kelurahan Basu, Kecamatan Belakang Padang yang terletak di Kepulauan Riau," kata Ramadhan.

Anggota DPR dari Fraksi Demokrat itu mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan ganda mengenai hal tersebut melalui instansi-instansi dan petugas pemerintahan, antara lain pejabat Istana, pejabat di Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, serta Ditjen Hukum dan Perjanjian Internasional, Kementerian Luar Negeri.

Ramadhan Pohan menjelaskan bahwa telah terjadi salah paham karena faktanya ada dua pulau Semakau, yaitu Pulau Semakau milik Indonesia terletak di Kepulauan Riau, sedangkan Pulau Semakau milik Singapura yang terletak di wilayah negara tersebut.

"Jadi, tidak ada pencaplokan oleh Singapura atas Pulau Semakau Besar bagian dari Kepulauan Riau yang berada di wilayah Indonesia. Hal ini tergambar jelas di peta dan Pemda Kepri (Kepulauan Riau-red) memahami bahwa ada pulau Semakau lain yang dari dulu memang milik Singapura," jelasnya.

Oleh karena itu, Ramadhan menyesalkan adanya penyebaran informasi yang tidak benar di beberapa media sosial, seperti 'Twitter' oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Semestinya, segala sesuatu harus ditelusuri terlebih dahulu, jangan langsung di 'blow up' (diberitakan) dan bahkan ditambah dengan isu yang mendiskreditkan pemerintah," ujarnya.

Dia menambahkan, berdasarkan keterangan dari Ditjen Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri, tidak terdapat peta Singapura yang mencantumkan Pulau Semakau, Kelurahan Basu yang terletak di Kota Batam, Kepulauan Riau ke dalam wilayah Singapura.

"Hasil verifikasi data yang diperoleh dari Dinas Hidro-Oseanografi TNI-AL, Badan Informasi Geospasial, dan situs resmi Singapura hingga 18 Januari 2013 juga menyatakan hal yang sama," ungkapnya.

"Dalam peta Singapura hanya terdapat Pulau Semakau yang lokasinya berada di sisi dalam pulau-pulau terluar Singapura," ucapnya. (ANTARA)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026