Logo Header Antaranews Kepri

Inggris akan akui negara Palestina secara resmi setelah kunjungan Trump

Kamis, 18 September 2025 15:45 WIB
Image Print
Sebuah aksi pro-Palestina di ibukota Inggris, Rabu (11/9/2024) memprotes serangan Israel yang tanpa jeda dan meluluhlantakkan Gaza serta menyeru pemerintah negara tersebut agar berhenti menjual senjata kepada Israel. (ANTARA/Anadolu/PY)

London (ANTARA) - Inggris akan mengakui negara Palestina secara resmi akhir pekan ini setelah kunjungan kenegaraan Presiden AS Donald Trump berakhir, menurut laporan The i Paper pada Rabu yang mengutip sumber-sumber pemerintah.

Pada Juli, Perdana Menteri Keir Starmer menyatakan bahwa Inggris akan mengakui Palestina sebagai negara di Majelis Umum PBB di New York pada September, kecuali Israel mengambil "langkah-langkah substantif" untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Jalur Gaza dan menyepakati gencatan senjata.

Pengumuman itu ditunda hingga Trump meninggalkan Inggris karena dianggap berpotensi memperburuk ketegangan dengan Amerika Serikat karena Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan dukungan kuat terhadap serangan darat Israel di Gaza, menurut laporan itu.

Juru bicara (jubir) Starmer menegaskan bahwa pengakuan Inggris itu adalah untuk menjaga keberlangsungan Solusi Dua Negara  — sebuah kerangka kerja yang didukung komunitas internasional untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

"Memiliki negara yang berdaulat adalah hak yang tidak bisa dicabut dari rakyat Palestina, dan sangat penting untuk memastikan bahwa solusi dua negara tetap bisa diwujudkan," kata sang jubir.

Tahun lalu, Irlandia, Norwegia, dan Spanyol mengikuti langkah 147 negara lain yang telah resmi mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.

Prancis juga berencana melakukan hal yang sama pada sidang Majelis Umum PBB, yang menjadikannya anggota G7 pertama yang mengambil langkah tersebut.

Sumber: Anadolu


Baca selanjutnya,
Korban tewas akibat agresi Israel di Gaza tembus 65.000...



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026