Logo Header Antaranews Kepri

Presiden Palestina desak Gencatan senjata, Israel harus keluar dari Gaza

Jumat, 19 September 2025 15:23 WIB
Image Print
Warga Palestina di kawasan pesisir barat kota dengan membawa barang miliknya yang tersisa bergerak mengungsi ke arah selatan di tengah operasi militer Israel skala besar di Gaza, Kamis (18/9/2025) ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/nz

Beirut (ANTARA) - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menegaskan bahwa prioritas mendesak saat ini adalah gencatan senjata permanen dan masuknya bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza untuk menghentikan kelaparan yang sengaja dipicu oleh Israel untuk mengusir rakyat Palestina.

Berbicara di acara wisuda Yayasan Mahmoud Abbas di Beirut pada Kamis, Abbas menekankan bahwa Palestina memiliki otoritas sah di Gaza dan harus diberikan wewenang penuh untuk memerintah dan melakukan rekonstruksi.

Menurut dia, Israel harus menarik diri secara penuh dan menghentikan serangan di Tepi Barat, termasuk Yerusalem yang menjadi tempat suci Islam dan Kristen.

Abbas menyoroti dukungan luas komunitas internasional terhadap hak Palestina untuk mendirikan negara berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, dan terhadap hak pengungsi Palestina untuk kembali.

Dia juga menyatakan dukungan bagi stabilitas Lebanon dan menegaskan bahwa pengungsi Palestina di negara itu harus menjadi faktor stabilitas, bukan ketegangan.

Abas mengapresiasi dukungan Lebanon terhadap Yayasan Mahmoud Abbas, terutama di bidang pendidikan.

Sumber: WAFA


Baca selanjutnya,
Lagi, AS gagalkan resolusi PBB soal gencatan senjata di Gaza...



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026