Logo Header Antaranews Kepri

Pasokan Telur ke Batam Bekurang

Minggu, 27 Januari 2013 15:12 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Pasokan telur dari Medan, Sumatera Utara, untuk Kota Batam berkurang hingga sekitar 15 persen dalam dua pekan terakhir sehingga harganya terus merangkak naik.

"Pada satu sisi pasokan berkurang sekitar 15 persen, di sisi lain kebutuhan bertambah sehingga terjadi kelangkaan selama dua minggu terakhir. Kenaikan harga tidak terhindarkan," kata pedagang kebutuhan pokok Pasar Mitra Raya Batam Centre, Sulaiman, Minggu.

Sulaiman mengatakan, selama dua minggu terakhir, setiap hari dirinya mendapat pasokan sekitar 30--32 papan atau sekitar 900 butir telur, padahal sebelumnya setiap hari mendapat pasokan sekitar 40 papan atau 1.200 butir.

"Jumlah tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat jelang Imlek. Akibatnya, harga mengalami kenaikan dari Rp1.000,00 menjadi Rp1.300,00/butir," kata dia.

Berdasarkan informasi yang dia peroleh dari pemasok, meningkatnya kebutuhan di Medan dan angin utara yang masih melanda perairan Kepulauan Riau mengakibatkan pasokan terhambat.

Muhajir, pedagang di Pasar Avava Nagoya, Batam, juga mengatakan bahwa pihaknya mengalami kekurangan pasokan telur selama dua minggu terakhir.

"Sejak dua pekan terakhir pasokan terus berkurang. Dari sekitar 50 papan per hari terus berkurang hingga menjadi sekitar 30 papan per hari. Harga dari pemasok juga naik," kata dia.

Pedagang berharap pemerintah segera mengambil tindakan agar kebutuhan telur di Batam tercukupi.

Berdasarkan data Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam kebutuhan telur di Kota Batam mencapai satu juta butir per hari dengan 90 persen mengandalkan pasokan dari Medan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Peternakan Dinas KP2K Batam Sri Yunelly mengatakan, ketika ada pengurangan pasokan atau cuaca yang tidak bersahabat, akan sangat berdampak pada kurangnya pasokan dan lonjakan harga di Batam.

"Ketika pasokan berkurang, maka secara otomatis akan menaikkan harga karena pasokan lokal Batam tidak signifikan menyokong pemenuhan kebutuhan masyarakat," kata dia.

Berbagai upaya untuk meningkatkan produksi lokal, kata Yunelly, telah dilakukan. Namun, hingga kini masih belum bisa maksimal. (ANTARA)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026