Logo Header Antaranews Kepri

Baru 7,6 Persen Guru Bersertifikat di Batam

Selasa, 5 Februari 2013 21:55 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Baru sekitar 7,6 persen guru di Kota Batam Kepulauan Riau yang lulus uji kompetensi dan bersertifikat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin, Selasa, mengatakan dari 9.200 orang guru yang mengajar di Batam, baru 700 orang yang lulus sertifikasi.

Ia mengatakan sedikitnya jumlah guru yang bersertifikat karena uji kompetensi dilakukan terbatas dan belum seluruh pengajar bisa ikut ujian.

Kementerian Pendidikan memberikan kuota kepada guru untuk melakukan uji kompetensi sehingga para pendidik tidak bisa serta merta mengikuti ujian.

"Tahun ini kami mendapatkan kuota untuk sertifikasi. Mudah-mudahan guru yang akan ikut sertifikasi bisa lulus semua," kata dia.

Untuk meningkatkan kualitas para pengajar, Dinas Pendidikan mengadakan pelatihan untuk guru.

"Tahun ini, pelatihan ditambah kuantitasnya, ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan guru," kata dia.

Ia berharap guru terus menggali ilmu dan kemampuan mengajar agar dapat menularkan ilmunya pada anak didik.

"Kami imbau guru-guru mengasah dan mengembangkan kemampuan. Semoga jumlah yang tersertifikasi lebih banyak," kata dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Batam Udin P Sihaloho mengatakan unsur nepotisme dalam sertifikasi guru di Batam selama ini sangat terasa sehingga banyak guru yang belum layak namun diajukan mengikuti sertifikasi.

"Nepotisme membuat dunia pendidikan di Batam tidak maju, karena banyak guru yang tidak kompeten malah diajukan untuk sertifikasi. Akibatnya semangat mengabdi para guru yang lebih layak sertifikasi menjadi kendor karena ada ketidakadilan," kata dia.

Ia meminta Kepala Dinas Pendidikan mengajukan guru yang benar-benar memenuhi persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi.

"Bila ingin pendidikan di Batam maju, kualitas guru harus ditingkatkan, guru harus kreatif agar siswa aktif. Tidak boleh lagi ada nepotisme dalam sertifikasi guru," kata Udin.(*)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026