
Qatar ungkap kecewa atas pelanggaran gencatan senjata Gaza

Washington (ANTARA) - Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, pada Rabu (29/10) menyampaikan kekecewaan dan rasa frustrasi atas pelanggaran gencatan senjata di Gaza.
Al-Thani juga mengungkapkan bahwa Qatar segera melakukan koordinasi penuh dengan Amerika Serikat untuk menangani situasi tersebut.
Dia mengatakan bahwa selama proses gencatan senjata berlangsung, Qatar telah menyaksikan banyak pelanggaran, meski sebagian besar tidak dilaporkan karena dianggap tidak signifikan.
“Namun, pelanggaran kemarin, sejujurnya, sangat mengecewakan dan membuat frustrasi bagi kami. Kami berusaha untuk menahannya, dan kami segera memobilisasi koordinasi penuh dengan AS setelah kejadian ini," ujarnya.
"Kami melihat bahwa AS juga berkomitmen pada kesepakatan ini,” tambah Perdana Menteri Qatar itu.
Al-Thani mengatakan insiden pada Selasa (28/10) adalah pelanggaran dari pihak Palestina, meski Hamas menyangkal melakukan serangan yang menyebabkan seorang tentara Israel tewas di kota Rafah, Gaza selatan.
"Kami belum dapat memastikannya. Kami belum memiliki verifikasi apakah ini benar atau tidak," ujarnya, seraya menekankan bahwa Qatar tetap fokus untuk memastikan gencatan senjata tetap berlaku.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Qatar kecewa gencatan senjata Gaza dilanggar, AS turun tangan
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
