
Pemkab Natuna-Perum Bulog berkolaborasi jaga stabilisasi harga pangan

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau berkolaborasi dengan Perum Bulog dalam menjaga stabilisasi harga dan pasokan harga pangan seperti beras dan minyak goreng di wilayah perbatasan itu.
Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkopum) Natuna Marwan sjah Putra di Natuna, Kamis mengatakan, Natuna belum mampu swasembada beras dan minyak goreng, dan sebagian besar kebutuhan pangan dipasok dari luar.
Oleh karena itu, intervensi terhadap harga dan pasokan perlu dilakukan, agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau, dan tidak terjadi kelangkaan.
Baca juga: Pemkab Natuna siapkan kegiatan pasar murah di tiap kecamatan
Ia menjelaskan, Perum Bulog melalui cabang di Natuna, menyediakan beras dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp13.100 perkilogram atau Rp65.500 per lima kilogram dan juga minyak goreng.
"Saat ini Perum Bulog Cabang Natuna juga menjadi penyalur minyak goreng," ucap dia.
Sementara Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna Pencius Siburian mengatakan, penyaluran minyak goreng baru ditugaskan kepada lembaganya pada 2026. Adapun merek minyak goreng yang disalurkan adalah minyakita.
Baca juga: Pemkab Natuna cegah potensi konflik lewat Tim Kewaspadaan dini
Minyakita adalah minyak rakyat yang harganya dikendalikan melalui skema Domestic Market Obligation (DMO).
Penugasan dilakukan akibat adanya kenaikan harga melebih harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng minyakita di wilayah setempat yang mencapai Rp20.000.
"HET minyak goreng merek minyakita untuk di Kepulauan Riau sebesar Rp15.700. Sekarang harganya sudah stabil," ucap dia.
Baca juga: Pemkab Natuna siapkan insentif untuk 1.039 imam dan marbot masjid
Ia menjelaskan, intervensi harga minyak goreng difokuskan di titik dari sistem pemantauan pasar dan kebutuhan pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Sementara beras disalurkan melalui mitra yang tersebar di titik SP2KP dan di toko lainnya. Di Natuna titik SP2KP berada di Pasar Rakyat Ranai di Kecamatan Bunguran Timur, yang merupakan pusat ibukota kabupaten.
"Saat ini kita fokuskan ke lima kios yang ada di Pasar Ranai," katanya.
Baca juga: Pemkab Natuna catat 22 gerai Koperasi desa merah putih dalam proses pembangunan
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026
