Batam (ANTARA) - Sekolah Dasar (SD) Negeri 005 Lubuk Baja Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mulai menerapkan metode pembelajaran moving class atau pindah kelas untuk memaksimalkan penggunaan Papan Interaktif Digital (PID).
Kepala Sekolah SDN 005 Lubuk Baja Magdalena mengatakan bantuan satu PID tersebut disambut antusias oleh guru dan siswa.
“Setiap kelas mendapat jadwal sekali setiap dua minggu. Guru-guru sudah membagi waktunya agar semua anak bisa merasakan pengalaman belajar digital,” ujarnya di Batam, Senin.
Dengan 12 rombongan belajar (rombel) dan total 341 siswa, pihak sekolah mengatur jadwal bergilir agar setiap kelas dapat menggunakan fasilitas ini secara merata.
“PID itu tetap di lantai bawah, nanti jika ada kelas atas yang memiliki jadwal untuk menggunakan PID, maka ditukar kelas pembelajarannya dengan yang di bawah,” kata dia.
Dalam salah satu sesi pembelajaran bertema metamorfosis bersama siswa kelas 3, guru menampilkan paparan materi melalui layar digital, kemudian melanjutkan dengan aktivitas praktik seperti gunting dan tempel, serta permainan edukatif di layar.
Baca juga: Kemenag sebut kuota Haji reguler Kepri tahun 2026 sebanyak 1.085 orang
Guru SDN 005 Lubuk Baja Andriyanto menjelaskan ia turut mencari dan menyesuaikan berbagai aplikasi interaktif untuk mendukung proses belajar, antara lain berupa permainan edukatif yang digunakan untuk mengundi giliran kelompok atau menjawab soal secara langsung di layar PID.
Menurutnya, penggunaan media digital ini tidak hanya menarik perhatian siswa, tetapi juga meningkatkan partisipasi mereka dalam proses pembelajaran.
“Anak-anak jadi lebih aktif, semangat, dan cepat memahami materi karena ada interaksi langsung dengan layar,” ujarnya.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam memastikan PID akan menjangkau seluruh peserta didik di setiap SD secara merata.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Batam Yusal mengatakan pihaknya masih terus merencanakan strategi agar seluruh sekolah memahami cara penggunaan PID dengan efektif.
"Ada beberapa hal yang juga perlu diantisipasi, seperti pembagian jadwal penggunaan dan risiko teknis saat alat harus berpindah antar lantai," ujarnya.
Baca juga: BP Batam imbau pengembang taat aturan sebelum mulai pembangunan

Komentar