Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Batam rancang aturan beasiswa untuk mahasiswa tak mampu & 3T

Selasa, 11 November 2025 11:36 WIB
Image Print
Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat memberi sambutan pada Forum Konsultasi Publik untuk mengevaluasi program pemerintah di Batam, Kepri, Rabu (5/11/2025). (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), tengah merancang peraturan wali kota (perwako) baru yang mengatur pemberian beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu dan wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di kota itu.

Kepala Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah Kota Batam John Hendri mengatakan saat ini pemkot masih menjalankan program beasiswa berdasarkan Perwako Nomor 56 Tahun 2023.

“Beasiswa yang sudah berjalan ini untuk jenjang S1 dan hanya menanggung UKT. Mahasiswa wajib menjaga IPK minimal 3,5. Jika tidak tercapai, maka bantuan akan dihentikan,” katanya saat dihubungi di Batam, Selasa.

Program tersebut diberikan kepada mahasiswa berprestasi yang diterima melalui jalur undangan (SNBP) pada tujuh universitas unggul di Indonesia.

Menurut John, program beasiswa yang sedang disusun nantinya akan difokuskan bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga tidak mampu serta masyarakat di luar daratan.

Langkah ini diambil agar bantuan pendidikan lebih tepat sasaran kepada yang membutuhkan di pulau-pulau penyangga.

“Harapannya anak-anak dari hinterland bisa kuliah, dibiayai, dan setelah lulus kembali ke daerah untuk bekerja. Jumlah penerima belum bisa ditentukan karena perwakonya masih dalam proses finalisasi,” katanya.

Program ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026 setelah ditetapkan di tingkat kota dan setelah dilakukan proses harmonisasi peraturan selesai di tingkat provinsi.

“Untuk sekarang draf tersebut masih berada di Bagian Hukum, dan kemarin memang baru diberikan di pertengahan semester ini maka sudah lewat untuk mahasiswa di ajaran 2025, kita fokuskan untuk tahun 2026,” katanya.

Ia juga menegaskan arah beasiswa ke depan akan disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja di Batam.

“Jurusan yang akan diprioritaskan oleh pimpinan, Pak Wali, adalah bidang industri, teknik, galangan kapal, serta pendidikan dan kesehatan, agar setelah lulus mereka bisa kembali dan siap bekerja di Batam,” katanya.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad turut menyampaikan bahwa evaluasi terhadap program beasiswa yang sudah berjalan menunjukkan sebagian penerima tidak tergolong membutuhkan bantuan secara ekonomi.

Karena itu, kata dia, ke depan beasiswa akan diarahkan bagi mereka yang berprestasi, sekaligus berasal dari keluarga kurang mampu.

“Beasiswa yang lama menyasar anak-anak berprestasi, tapi banyak yang sebenarnya mampu secara ekonomi. Maka kami tambah kriteria untuk yang berprestasi dan tidak mampu,” ujar Amsakar.



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026