
Mahasiswa Fisip UMRAH Keluhkan Kuliah Tanpa Listrik

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji (Fisip UMRAH) di Tanjungpinang mengeluh sebab perkuliahan dan urusan administrasi tanpa listrik setelah pindah kampus dari Senggarang ke Dompak.
"Bagaimana kami bisa mengikuti perkuliahan dengan nyaman ketika kampus belum dialiri listrik dan air bersih," kata perwakilan mahasiswa, Dimas Prayoga yang menggelar orasi di depan kampuss Fisip UMRAH di Dompak, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat.
Dimas menilai kampus baru itu belum layak dan mengakibatkan mahasiswa sangat tidak nyaman mengikuti perkuliahan.
"Air bersih untuk mahasiswa buang air kecil saja tidak tersedia, bahkan kami disuruh pihak fakultas untuk buang air ke semak-semak sekitar kampus dan mahasiswi disuruh bawa botol air kemasan untuk membilas sehabis buang air. Ini sangat tidak patut sebagai universitas negeri," katanya.
Kampus Fisip UMRAH di Pulau Dompak baru dioperasikan sejak Senin (11/3) setelah diresmikan pihak universitas pada Jumat (8/3).
Selain belum dialiri listrik dan air bersih, lingkungan kampus tersebut masih terkesan jorok karena tidak ada penghijauan serta jalan tanah berdebu karena belum dipasangi pavling blok.
"Ketika kewajiban kami belum terpenuhi, kami harus kehilangan mata kuliah dan dilarang masuk kuliah, sekarang kami meminta hak kami mendapatkan tempat kuliah yang nyaman, minimal ada listrik dan air bersih," kata mahasiswa lainnya, Faris.
Mahasiswa menilai, pihak fakultas terkesan memaksakan diri untuk pindah, sementara fasilitas dasar untuk pendukung kegiatan perkuliahan belum terpenuhi.
"Kami sangat menyesalkan ini terjadi karena yang jadi korban mahasiswa," ujar sejumlah mahasiswa.
Pembangunan kampus UMRAH di Pulau Dompak sudah dimulai sejak 2007 dan diperkirakan mahasiswa dari seluruh fakultas bisa mengikuti perkuliahan di gedung baru tersebut. Namun hingga saat ini baru empat gedung yang rampung dan dipergunakan Fakultas FISIP.
"Kami menduga proyek pembangunan kampus UMRAH banyak penyimpangan dan sudah sangat jauh melenceng dari rencana pembangunan awal yang menghabiskan anggaran sekitar Rp50 miliar lebih," kata mahasiswa.
Pihak Fakultas Fisip UMRAH, yang diwakili seorang dosen Bismar mengatakan pihak fakultas memahami apa yang dikeluhkan mahasiswa dan sudah jauh-jauh hari meminta pihak universitas untuk menyediakan listrik dan air bersih.
"Sudah lama kami suarakan itu dan saat ini mesin genset sudah datang meski belum beroperasi," kata Bismar.
Menurut dia, untuk keperluan administrasi mahasiswa dibagian tata usaha, pihak fakultas dan dosen sudah berupaya mengatasinya dengan membawa genset 'jinjing" yang memang belum bisa maksimal untuk pelayanan.
"Intinya kami tetap utamakan pelayanan demi kenyamanan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan," ujarnya.(*)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
