Logo Header Antaranews Kepri

Semua Puskesmas Batam Segera Layani Rawat Inap

Rabu, 20 Maret 2013 18:12 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam menargetkan mulai 2014 setiap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) bisa melayani pasien rawat inap untuk mengurangi jumlah pasien yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah.

"Saat ini baru satu Puskesmas di Batam yang melayani rawat inap. Sehingga pasien dari berbagai wilayah di Batam harus dirujuk ke RSUD, akibatnya pasien inap membludak," kata Wakil Wali Kota Batam, Rudi di Batam, Rabu.

Ia mengatakan, akan menambah peralatan dan tenaga medis pada tiap-tiap Puskesmas di Batam agar mampu melayani pasien rawat inap.

"Saat ini masih terkendala kurangnya peralatan dan tenaga medis. Makanya kami akan menambahnya mulai tahun depan," kata dia.

Bila semua Puskesmas menyediakan fasilitas rawat inap, kata dia, maka hanya pasien yang membutuhkan tindakan khusus seperti operasi dan penyakit berat lain yang dirujuk ke RSUD.

"Karena kurangnya Puskesmas rawat inap, saat ini jumlah pasien RSUD terus naik. Hal tersebut mengakibatkan pelayanan kurang maksimal," kata Rudi.

Rudi mengatakan, Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Batam sudah melakukan kajian mengenai jumlah tenaga medis yang akan dikontrak untuk ditempatkan di Puskesmas.

"Kontrak PTT (Pegawai Tidak Tetap) dokter, perawat, bidan tergantung anggaran, sekarang sedang dihitung. Kami harapkan ini bisa segera selesai dan 2014 bisa dianggarkan," kata dia.

Ia mengatakan, saat ini setiap kecamatan di Batam sudah memiliki Puskesmas dengan jumlah sekitar 20, ditambah Puskesmas pembantu yang jumlahnya hampir 30 tempat.

"Peningkatan pelayanan kesehatan menjadi salah satu target kami. Selain membangun fasilitas seperti sekolah dan sarana umum lainnya," kata Rudi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Chandra Rizal mengatakan saat ini penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) masih menjadi penyakit yang paling banyak menyerang warga Batam. Hal tersebut disebabkan karena banyaknya industri yang ada. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026