Logo Header Antaranews Kepri

Wow...Dua Bayi Lahir Tiap Jam di Batam

Senin, 25 Maret 2013 14:54 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Dua bayi lahir tiap jam di Kota Batam, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Batam.

"Sehari ada 50 bayi lahir. Itu data dari Dinkes," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan di Batam, Senin.

Wali Kota mengatakan angka pertumbuhan penduduk di Batam relatif tinggi dibanding kota lain di Indonesia.

Bahkan, kata Wali Kota, ada yang menyebut angka kelahiran di Batam mencapai 80 bayi per hari.

Menurut Wali Kota, angka kelahiran yang tinggi disebabkan mayoritas warga Batam adalah usia produktif.

"Orang Batam tidak seperti daerah lain, punya anak banyak. Anaknya dua sampai tiga saja, tapi yang usia subur memang banyak," kata dia.

Dari 1,2 juta warga Batam, lebih dari 60 persennya usia produktif. Jika 300 kepala keluarga melahirkan anak, dikali 10 persennya saja, jumlahnya tinggi, kata Wali Kota mengkalkulasi.

Pertumbuhan penduduk yang tinggi, kata Wali Kota menimbulkan beberapa dampak yang harus diantisipasi sejak awal. Misalnya saja kebutuhan air, listrik dan lahan.

"Kalau listrik dan air bisa dikayasa. Tapi kalau space, susah," kata dia.

Pertambahan penduduk menimbulkan konsekuensi meningkatnya kebutuhan tempat hunian. Padahal luas Batam tidak bisa ditambah.

Tidak seperti Jakarta yang memiliki daerah penyangga Bekasi, Tangerang, Depok dan Bogor, Batam adalah pulau tersendiri

"Orang tidak mau tinggal di pulau. Cost-nya besar. Ini jadi problem," kata dia.

Dalam jangka pendek, kata dia, satu-satunya jalan adalah pertambahan wilayah hunian di Pulau Rempang dan Pulau Galang yang terhubung dengan Jembatan Barelang.

Menurut Wali Kota, pertambahan wilayah di Rempang dan Galang hanya jangka pendek mengingat wilayah yang bisa dikembangkan hanya sedikit mengingat itu adalah kawasan konservasi dan industri.

"Tapi itu satu-satunya jalan, karena pulau yang lain kecil-kecil," kata dia.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026