Bencana Sumbar, pencarian 85 korban hilang terus dimaksimalkan

id Bencana Sumbar, korban banjir, banjir bandang, banjir Sumatera Barat, korban jiwa

Bencana Sumbar,  pencarian 85 korban hilang terus dimaksimalkan

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban jiwa di Kabupaten Agam, Jumat, (28/11/2025). ANTARA/Muhammad Zulfikar

Padang (ANTARA) - Pemprov Sumbar terus berupaya memaksimalkan pencarian 85 korban bencana banjir dan tanah longsor yang hingga kini belum ditemukan di sejumlah daerah.

"Hingga Sabtu pukul 12.00 WIB tercatat 88 orang meninggal dunia dan 85 orang masih dinyatakan hilang," kata Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi di Kota Padang, Sabtu.

Upaya pencarian tersebut melibatkan banyak pihak di antaranya Basarnas Padang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia, Polri, TNI, relawan serta masyarakat setempat. Upaya penyisiran dilakukan di sejumlah kabupaten dan kota menggunakan berbagai alat bantu seperti perahu karet dan lain sebagainya.

"Data ini bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan.," sebut dia.

Arry menjelaskan dari 16 kabupaten/kota terdampak terdapat 10 daerah yang melaporkan nihil korban jiwa maupun orang hilang. Sementara, enam daerah lainnya melaporkan adanya korban jiwa atau orang hilang dimana korban terbanyak tercatat di Kabupaten Agam.

Rinciannya, Kabupaten Agam 74 orang meninggal dan 78 masih hilang. Kota Padang Panjang tujuh korban jiwa, lima di Kota Padang, masing-masing satu korban meninggal dunia di Kabupaten Pasaman Barat dan Kota Solok.

Ia menambahkan perkembangan data korban, kerusakan rumah, fasilitas umum dan infrastruktur lainnya hingga kebutuhan penanganan darurat akan terus diperbarui secara berkala melalui Posko Terpadu Penanganan Bencana Provinsi Sumbar.

Dari catatan yang dihimpun BPBD, total kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp9,5 miliar. Angka itu bisa saja bertambah mengingat masih banyak daerah yang belum bisa diakses imbas jalan putus dan tertimbun material longsor.

Sementara itu, Panglima Komando Operasi Udara I Marsekal Muda (Marsda) TNI Muzafar mengatakan TNI sudah mendistribusikan 76.500 ton bantuan dari posko di Pangkalan TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma ke wilayah Pulau Sumatera yang terdampak bencana.

“Yang sudah kami distribusikan sampai saat ini adalah 76.500 ton untuk daerah bencana di Sumatera Utara, dan termasuk di Padang, Sumatera Barat. Jadi, sebanyak itu,” ujar Muzafar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu.

Muzafar mengatakan beberapa bantuan tersebut seperti stasiun pemancar (BTS) darurat, bahan-bahan pokok, selimut, perahu karet, tenda, hingga segala hal yang dibutuhkan di daerah bencana.

Walaupun demikian, dia mengatakan bahwa bantuan tersebut bukan berasal dari TNI saja, melainkan gabungan dari berbagai macam instansi.

“Ya, betul. Jadi, instansi yang tergabung ada dari Kemhan (Kementerian Pertahanan) sendiri, kemudian dari Mabes (Markas Besar) TNI, PLN (PT PLN Persero), PMI (Palang Merah Indonesia), salah satu bank, dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana),” katanya.

Sementara itu, dia mengatakan bantuan tersebut disalurkan menggunakan lima pesawat angkut, kemudian disalurkan dengan 11 helikopter ke daerah-daerah bencana, termasuk yang terisolasi.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah telah bergerak cepat dalam mengirimkan bantuan sejak awal bencana banjir bandang hingga longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, maupun Sumatera Barat.

"Pemerintah bergerak cepat. Kami dari hari-hari pertama sudah bereaksi, sudah mengirim bantuan dan reaksi melalui jalur darat dan udara," kata Presiden dalam acara Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Jakarta, Jumat (28/11).



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sumbar terus maksimalkan pencarian 85 korban banjir yang hilang

Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE