Padang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencatat total kerugian dan kerusakan akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di akhir November 2025 mencapai Rp33,5 triliun.
"Total kerusakan yang tercatat mencapai Rp15,63 triliun, sementara total kerugian Rp17,91 triliun," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Kota Padang, Jumat.
Selanjutnya, dari total kerugian tersebut, sektor infrastruktur paling banyak terdampak bencana dengan kerugian mencapai Rp14,16 triliun, ujarnya.
Baca juga: Negara hadir rehabilitasi 98 ribu ha sawah terdampak bencana Sumatera
Di satu sisi, ujar gubernur, infrastruktur merupakan sektor yang paling terdampak dan memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas masyarakat. Selain infrastruktur, pemerintah juga mencatat kerusakan pada sektor permukiman juga tergolong besar yakni mencapai Rp1,45 triliun.
Selanjutnya, sektor ekonomi menunjukkan kerusakan sebesar Rp813 miliar dengan kerugian Rp1,46 triliun yang berdampak terganggunya aktivitas ekonomi, dan mata pencaharian masyarakat. Di sektor sosial, kerusakan tercatat Rp347 miliar dan kerugian Rp255 miliar.
Dari 16 kabupaten dan kota yang terdampak bencana, kerusakan dan kerugian paling besar dialami Kabupaten Agam dengan total Rp10,49 triliun, disusul Kabupaten Padang Pariaman Rp5,48 triliun, dan Kota Padang sebesar Rp4,88 triliun.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sumbar alami kerugian dan kerusakan Rp33,5 triliun akibat bencana alam

Komentar