Logo Header Antaranews Kepri

Cuaca ekstrem di Kepri jadi atensi otoritas transportasi jelang Natal dan Tahun Baru

Kamis, 4 Desember 2025 06:37 WIB
Image Print
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Junaidi. ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Junaidi mengatakan kondisi cuaca ekstrem menjadi atensi bersama menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Junaidi menyebut hal itu berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenkopolkam) RI, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Polda, serta Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) di Kepri.

"Gubernur Kepri telah menerbitkan surat edaran kepada bupati/wali kota se-Kepri terkait kewaspadaan dan siaga cuaca ekstrem, seperti banjir, gelombang tinggi, hingga longsor. Ini jadi atensi bersama bahwa kita harus siaga cuaca ekstrem jelang Nataru," kata Junaidi di Tanjungpinang, Rabu.

Junaidi menyampaikan berdasarkan peta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat ini kondisi cuaca di Kepri masih stabil.

Namun BMKG mengingatkan pentingnya keselamatan berlayar dampak risiko gelombang tinggi di akhir tahun, terutama di perairan Natuna dan Anambas dengan potensi gelombang mencapai ketinggian empat meter.

Menurutnya, kapal yang akan berlayar di wilayah Kepri, misalnya rute Batam - Anambas, harus berkoordinasi perihal kondisi cuaca dengan BMKG, tiga hari sebelum keberangkatan.

"KSOP sudah menyampaikan setiap kapal yang akan berlayar dari Batam ke Anambas, tiga hari sebelum berangkat sudah dapat informasi cuaca dari BMKG. Kalau cuaca tidak mendukung, keberangkatan ditunda sampai cuaca stabil, karena jarak tempuh cukup jauh," ujarnya.

Sementara untuk keberangkatan kapal-kapal antarpulau seperti Batam-Tanjungpinang, Batam-Lingga dan Batam-Karimun, sejauh ini masih lancar karena kondisi gelombang relatif stabil.

Meski demikian, lanjut Junaidi, keberangkatan kapal antarpulau se-Kepri tetap wajib mengantongi izin dari KSOP sebelum berlayar.

"Jika cuaca buruk. KSOP minta keberangkatan kapal ditunda. Wajib ditunda demi keselamatan bersama," ujarnya.

Junaidi memastikan kesiapan personel gabungan dan armada di Kepri dalam mendukung kelancaran libur Nataru. Tahun ini mobilitas penumpang transportasi laut diprediksi meningkat delapan persen dibanding periode Nataru tahun sebelumnya.



Pewarta :
Editor: Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026