
Jelang Natal-Tahun Baru, KSOP Tanjungpinang uji petik 7 kapal

Tanjungpinang, Kepri (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melakukan uji petik terhadap tujuh kapal penumpang menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
"Uji petik untuk memastikan kapal yang beroperasi sudah sesuai dengan aturan dan kaidah keselamatan pelayaran," kata Kepala Subbagian Tata Usaha KSOP Tanjungpinang Harry Priambodo di Tanjungpinang, Jumat.
Harry menyebutkan seluruh UPT di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kemenhub RI wajib dan rutin melakukan uji petik kapal, terutama menjelang musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Uji petik itu bertujuan menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran.
Baca juga: Natal, Polres Karimun salurkan bantuan ke panti asuhan
Sesuai Instruksi Ditjen Hubla, kata dia, KSOP Tanjungpinang diperintahkan melakukan uji petik tujuh kapal yaitu Kapal MV Trans Ocean, Citra 168, Express Bahari 38, Marina JB, Dumai Express 15, lalu dua kapal perintis Pelni, yaitu Sabuk Nusantara 36 dan Sabuk Nusantara 48.
Menurut dia, sebanyak enam kapal sudah selesai uji petik, sementara satu kapal yaitu Sabuk Nusantara 36 masih naik docking di wilayah Timur dan belum kembali ke Tanjungpinang.
"Kalau sudah sampai di sini, langsung dilakukan uji petik," ujar dia.
Baca juga: DPRD Batam minta pemda tingkatkan kesiagaan cuaca ekstrem
Harry menegaskan keselamatan pelayaran menjadi prioritas KSOP Tanjungpinang pada perayaan Natal dan Tahun Baru, khususnya di terminal penumpang Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP).
Pihaknya menjamin kelaikan kapal sebelum berlayar, termasuk kelengkapan alat keselamatan penumpang seperti life jacket, serta memastikan nakhoda dan awak kapal dalam keadaan sehat walafiat.
Selain itu, ia turut menghimbau masyarakat tidak memaksakan diri berangkat apabila kapal sudah penuh demi menjaga keamanan dan keselamatan pelayaran. Masyarakat harus mematuhi aturan dan mengikuti arahan petugas di pelabuhan.
Demikian pula dengan seluruh agen pelayaran, wajib berkoordinasi dengan BMKG terkait kondisi cuaca sebelum kapal berangkat. Apalagi kondisi cuaca ekstrem biasanya terjadi di akhir tahun hingga memasuki tahun baru.
"Dalam situasi cuaca buruk, KSOP berhak menunda keberangkatan kapal penumpang, sampai cuaca membaik," ujar dia.
Baca juga: Gubernur Ansar terbitkan SE galang dana korban bencana di Sumatera
Harry menambahkan KSOP Tanjungpinang telah menyiapkan 45 kapal untuk melayani penumpang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Pelabuhan SBP, terdiri dari dua kapal perintis Sabuk Nusantara 48 dan 36, kemudian 37 kapal cepat trayek Tanjungpinang-Punggur (Batam), dan ditambah enam kapal cepat cadangan untuk domestik dan luar negeri (Malaysia dan Singapura), masing-masing tiga kapal.
Berdasarkan pengalaman perayaan Natal dan tahun baru dua tahun terakhir, kepadatan penumpang di Pelabuhan SBP Tanjungpinang terjadi pada H-3 dan H+3 Natal dan tahun baru.
Tahun ini jumlah penumpang diprediksi naik tujuh persen dibanding tahun sebelumnya, karena musim Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bertepatan dengan momen libur sekolah.
"Saat ini, anak-anak tengah ujian. Jadi, besar kemungkinan ada libur sekolah di akhir tahun 2025," katanya.
Baca juga: Pelindo Tanjungpinang siapkan skema layanan pastikan kelancaran saat Natal
Pewarta : Ogen
Editor:
Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026
