
Puluhan Warga Pulau Manis Direlokasi

Batam (Antara Kepri) - Puluhan warga Pulau Manis Kota Batam direlokasi ke daerah lain karena pulau itu dikembangkan menjadi kawasan wisata eksklusif.
Warga pulau sekitar, Anto, Kamis mengatakan awalnya Pulau Manis berpenghuni. Namun, karena hendak dibangun, dipindah semua.
Ia mengatakan terdapat sekitar delapan rumah yang digusur di pulau berpasir putih itu.
Menurut Anto, warga Pulau Manis mendapatkan kompensasi yang baik atas pembelian lahan.
Pulau Manis rencananya dikembangkan menjadi kawasan pariwisata eksklusif. Penawaran resort-nya sudah dipasarkan di Singapura. Namun, perizinan pengembangan pulau itu tidak diketahui Pemerintah Kota Batam dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Yusfa Hendri mengatakan tidak tahu pembangunan rangkaian lima pulau itu.
Menurut dia, perizinan diurus tahun 1996, saat Batam masuk dalam Provinsi Riau.
Meski begitu, pada prinsipnya Pemkot Batam mendukung pembangunan daerah tujuan wisata baru. "Asalkan harus memenuhi ketentuan yang berlaku," kata dia.
Dari pemanfaatan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), kata dia, tidak menyimpang. Pemanfaatan pulau juga harus lebih ketat dibanding daratan dan penguasaan tidak boleh oleh individu.
Pemkot Batam meminta pengelola Funtasy Island untuk mempresentasikan usahanya di pulau pesisir itu.
Dalam promosinya, kawasan wisata terpadu Funtasy Island berdiri di lahan seluas 810 hektare yang berlokasi sekitar 10 menit perjalanan laut dari wilayah Sekupang Batam atau 20 menit dari terminal feri Harbourfront, Singapura.
Pembangunan dilakukan oleh oleh Funtasy Island Development (FID) yang juga sudah menandatangani kerja sama dengan Jaringan perhotelan Asia Meritus Hotels & Resorts (MHR). (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
