Logo Header Antaranews Kepri

Somaliland bantah terima warga Palestina

Jumat, 2 Januari 2026 11:10 WIB
Image Print
Arsip - Seorang prajurit Tentara Nasional Somalia (SNA) di Kamp Pelatihan Jazeera di Mogadishu. (Wikimedia Commons/AMISOM/ Raymond Baguma)

Moskow (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri Republik Somaliland yang memproklamasikan diri, menolak klaim bahwa pemerintahnya menyetujui penerimaan warga Palestina dan pendirian pangkalan militer sebagai imbalan atas pengakuan Israel.

Sebelumnya, Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud mengatakan dalam wawancara dengan Al Jazeera bahwa berdasarkan informasi intelijen Somalia, Israel sepakat mengakui Somaliland dengan tiga syarat, yakni pemukiman kembali warga Palestina, pendirian pangkalan militer di Teluk Aden, serta kepatuhan terhadap Perjanjian Abraham terkait normalisasi hubungan dengan Israel.

“Kami dengan tegas menolak klaim palsu yang disampaikan Presiden Somalia terkait dugaan pemukiman kembali warga Palestina atau pendirian pangkalan militer di Somaliland,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Somaliland, Kamis.

Baca juga: Somalia tegaskan tolak pengakuan Israel

Kementerian tersebut menegaskan bahwa hubungan Somaliland dengan Israel bersifat murni diplomatik dan dijalankan sesuai dengan hukum internasional.

Sementara itu, lembaga penyiaran publik Israel, Kan, melaporkan dengan mengutip sejumlah sumber bahwa Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdilahi berencana mengunjungi Israel pada Januari dan mengumumkan bergabungnya negara itu dalam Perjanjian Abraham.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa sejumlah perjanjian bilateral tambahan juga direncanakan untuk ditandatangani di berbagai bidang, termasuk pertanian, pertambangan dan minyak, keamanan, infrastruktur, serta pariwisata.

Sumber: Sputnik-OANA



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Somaliland bantah isu Palestina dan pangkalan militer Israel



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026