Logo Header Antaranews Kepri

BPS Karimun Latih 236 Petugas Sensus Pertanian

Kamis, 18 April 2013 16:59 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Badan Pusat Statistik Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, melatih sebanyak 236 petugas untuk pelaksanaan sensus pertanian yang akan dilaksanakan 1-31 Mei 2013.

"Pelatihan dan pembekalan untuk 236 petugas sensus pertanian kita laksanakan dalam tiga gelombang sejak 12 April hingga 20 April 2013," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Karimun Sumarmono di Tanjung Balai Karimun, Kamis.

Sumarmono menjelaskan, pelatihan bagi petugas sensus itu dilaksanakan di sejumlah lokasi, masing-masing di Tanjung Balai Karimun, Kundur, Moro dan Durai.

"Materi pelatihan yang disampaikan terkait dengan teknis pelaksanaan dan materi sensus. Selain mendapatkan teori dalam ruangan oleh instruktur, peserta juga dilatih untuk wawancara langsung dengan petani," kata dia.

Menurut dia, petugas yang mengikuti pelatihan direkrut merupakan penduduk setempat yang menguasai kondisi dan sentra pertanian yang menjadi sasaran sensus.

"Sensus pertanian di Kundur dilaksanakan oleh petugas asal Kundur. Penempatan petugas sesuai dengan daerah asalnya diharapkan dapat memudahkan pelaksanaan sensus sehingga hasilnya pun bisa maksimal," katanya.

Petugas sensus yang mendapat pelatihan itu, kata dia, direkrut langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, terdiri atas berbagai kalangan dan profesi.

"Petugas yang direkrut itu ada yang berprofesi guru, aparat, swasta yang memiliki waktu untuk mendata pusat-pusat pertanian di daerahnya," katanya.

Sensus pertanian, kata dia, bertujuan untuk mengetahui potensi dan sentra pertanian meliputi tanaman pangan, tanaman rakyat, hortikultura, perikanan dan kelautan.

"Sensus pertanian merupakan program nasional. Sensus diharapkan menghasilkan data terbaru mengenai pertanian dan potensi yang dimiliki suatu daerah untuk dijadikan acuan dalam program pembangunan, baik pusat maupun daerah," ujarnya.

Pelaksanaan sensus, kata dia, akan dikoordinasikan dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk mengetahui titik-titik yang menjadi kawasan pertanian, termasuk jumlah petani, luas lahan serta jenis komoditas yang dikembangkan oleh petani. (Antara)

Editor: Eddy K Sinoel



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026