
Krisis bahan bakar, penutupan jalan hambat bantuan kemanusiaan di Gaza

New York (ANTARA) - Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Rabu (7/1) mengatakan krisis bahan bakar dan penutupan jalan secara signifikan telah menghambat respons kemanusiaan di Jalur Gaza.
Dalam laporan hariannya, OCHA mengatakan meski pengiriman bahan bakar sudah kembali berjalan, namun pembatasan akses yang berkelanjutan, kemacetan, dan keterbatasan kapasitas penyimpanan terus meningkatkan biaya sekaligus menunda pengiriman bantuan.
Menurutnya, para mitra PBB sudah dapat melanjutkan pengiriman ransum makanan bulanan untuk pertama kalinya sejak Oktober 2023, yang menjangkau 100.000 orang.
Pihak OCHA menambahkan bahwa sejak diberlakukan gencatan senjata, 35 lokasi layanan kesehatan sudah diaktifkan kembali dan terdapat 25 lokasi tambahan, termasuk 12 pusat layanan kesehatan primer, yang sebagian besar terkonsentrasi di Gaza utara.
Badan PBB itu juga melaporkan perluasan ruang belajar sementara menjadi 424 lokasi, termasuk dua di antaranya yang dibuka pada 3 dan 4 Januari.
Sumber: WAFA
Baca selanjutnya,
Qatar bahas dimulainya fase kedua gencatan senjata Gaza...
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
