Logo Header Antaranews Kepri

Peserta Lomba Mancing Bertahan Meski Hujan

Senin, 22 April 2013 15:57 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Sebanyak 210 peserta lomba memancing di perairan Pantai Berangan, Kecamatan Moro, yang digelar Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu bertahan meski sejak dimulai diguyur hujan.

Mereka tetap mengikuti lomba meski degan ratisan sampan harus memancing agak merapat ke pantai menghindari gelombang yang tingginya mencapai satu meter disertai angin kencang.

Mahmud, salah seorang peserta mengaku sudah dua tahun berturut-turut mengikuti lomba tersebut.

"Hadiahnya lumayan, lagi pula ikan hasil pancingan bisa dibawa pulang," katanya yang mengaku sudah terbiasa dengan gelombang tinggi.

"Kami sudah terbiasa dengan cuaca buruk seperti ini, yang penting kita harus bisa memposisikan sampan sedemikian rupa sehingga tidak dihempas gelombang yang datang silih berganti," ucapnya.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Karimun Syuryaminsyah, peserta lomba tidak hanya berasal dari berbagai kecamatan di Karimun, tetapi juga dari daerah lain.

Syuryaminsyah mengatakan, lomba memancing merupakan agenda kepariwisataan tahunan yang kedua kalinya digelar di Pantai Berangan, Moro.

"Tujuannya untuk mempromosikan wisata bahari, baik kepada turis domestik maupun mancanegara. Tahun depan, mungkin saja bisa digelar di kecamatan lain," katanya.

Panitia, kata dia, menyiapkan hadiah uang tunai sebesar Rp17,3 juta untuk para pemenang. Pemenang pertama mendapat hadiah Rp5 juta, pemenang kedua Rp4 juta, pemenang ketiga Rp3 juta. Kemudian, pemenang harapan I dapat hadiah Rp2 juta, harapan II Rp1,8 juta dan harapan III Rp1,5 juta.

"Kategori yang diperlombakan hanya untuk perorangan. Lomba dimulai sejak pukul 09.00 hingga pukul 16.00 WIB," tambahnya.

Camat Moro Muhammad Fidias mengatakan pemenang lomba ditentukan melalui pencabutan nomor undian.

"Pencabutan nomor undi hanya untuk jenis ikan. Misalnya ikan kurau untuk pemenang pertama, maka seluruh peserta yang mendapat ikan kurau kita kumpulkan dan ikannya kita timbang, bagi yang timbangannya paling berat maka dialah yang tampil sebagai pemenang," katanya.

Sistem cabut undi, kata dia, untuk mencegah kecurangan mengingat pada tahun lalu ada peserta yang mendapat ikan besar bukan dari hasil lomba, tetapi sudah disiapkan sebelum lomba dimulai.

"Lomba ini tujuannya untuk promosi wisata sekaligus untuk menjalin kebersamaan. Jadi, panitia tidak ingin ada kecurangan," tambahnya.

Bupati Karimun Nurdin Basirun mengapresiasi lomba memancing karena diharapkan dapat mempromosikan objek wisata bahari sehingga makin dikenal oleh turis domestik maupun mancanegara.

"Moro merupakan kawasan wisata bahari yang tidak kalah menariknya dengan daerah lain. Bahkan, salah satu pulaunya, yaitu Pulau Telunas sudah lama dikunjungi turis mancanegara. Mudah-mudahan wisata bahari di Moro makin dikenal sehingga mendongkrak kunjungan wisatawan di Karimun," katanya.

Selain itu, kata Nurdin, lomba tersebut diharapkan dapat meningkatkan rasa kebersamaan sesama warga.

"Lomba merupakan sarana untuk beradu kemampuan dengan mengedepankan kebersamaan dan sportivitas, bukan untuk berbuat curang," tambahnya. (Antara)

Editor: Jo Seng Bie



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026