Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Keluarga Capt Andy Dahananto, pilot senior pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang mengalami kecelakaan udara di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1), berharap kabar terbaik atas peristiwa tersebut.
"Mukjizat yang mungkin luar biasa setelah melihat kondisi pesawat mungkin sudah begitu. Tapi, saya rasa mukjizat Allah bisa melebihkan itu," kata Adik Ipar Capt Andy Dahananto, Agus Mahardiyanto di Tangerang, Senin.
Ia mengatakan meski informasi saat ini jatuhnya pesawat ATR 42-500 telah ditemukan dengan kondisi yang memilukan. Namun, proses evakuasi dan identifikasi tim SAR bisa memberikan berita terbaik bagi keluarga.
"Tidak lain harapan kami adalah adanya mukjizat di kejadian ini," ucapnya.
Agus menyampaikan sebelum diketahui korban terlibat dalam kecelakaan tersebut, keluarga mendapat informasi awal dari perusahaan tempat Capt Andy Dahananto bekerja, yakni Indonesia Air Transport (IAT). Dimana, pesawat yang ditunggangi dia pada Sabtu (17/1) hilang kontak atau lost contact
Meski demikian, pihak keluarga masih berharap besar korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat agar dapat berkumpul lagi dengan anak-anaknya dan istrinya.
"Kita tunggu memang sampai beberapa jam. Biasanya selang jam 12.17 WIB sudah landing, tapi sampai jam 13.17 WIB belum landing dan tidak ada kabar kepada keluarga," ungkapnya.
Selama ini, Capt Andy Dahananto dikenal sebagai sosok orang yang baik hati, bertanggung jawab dan sayang keluarga, meskipun bekerja di sebagai pilot dia selalu pulang ke rumah untuk berkumpul bersama keluarga.
"Kami sekali lagi, terutama putra-putra beliau sangat bangga dengan semua yang dilakukan, baik sebagai profesi dan sosok pemimpin keluarga," ujarnya.
Agus juga mengenang bahwa sosok Capt. Andy merupakan orang yang loyal dan konsisten dalam menjalankan profesinya, terlihat ia menjalani karir di dunia penerbangan sejak belasan tahun tanpa ada catatan negatif dimata keluarga.
"Saya sebagai adik dari beliau melihat bahwa Capt Andy adalah sosok yang sangat-sangat kami banggakan. Beliau konsisten dengan karir beliau di satu perusahaan, bahkan dengan tawaran kanan-kiri dari maskapai lain, beliau masih tetap berpegang bahwa di perusahaan ini beliau percaya," kata dia.
Sementara itu, suasana haru menyelimuti kediaman keluarga Capt. Andy Dhananto di Perumahan PWS, RT/RW 06/03, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung daerah perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, Sulsel saat hendak mendarat di Bandara Hasanuddin.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Keluarga pilot harap ada mukjizat dalam kecelakaan ATR 42-500

Komentar