
Bulog Natuna tuntaskan penyaluran bantuan pangan pulau terluar

Natuna (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau berhasil menuntaskan penyaluran bantuan pangan pulau terluar Indonesia di daerah itu.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna, Pencius Siburian dikonfirmasi dari Natuna, Sabtu, mengatakan pada 2026 Bulog mendapat penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menyalurkan bantuan berupa beras dan minyak goreng kepada 7.325 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di 17 kecamatan di Natuna.
Penyaluran dimulai pada pertengahan April 2026, dan selesai dilakukan di 14 kecamatan, termasuk di dua pulau terluar yakni Serasan dan Pulau Laut.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama yang baik antara petugas Bulog, pemerintah daerah dan masyarakat.
Penyaluran pada pertengahan April itu, merupakan tugas perdana diberikan Bapanas kepada pihaknya. Pada penugasan itu, Bapanas memberikan bantuan sebanyak 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng untuk alokasi per bulan.
Karena penyaluran dilakukan untuk dua bulan sekaligus yakni Februari dan Maret, maka masing-masing penerima memperoleh total 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng.
"Realisasi penyaluran saat ini telah mencapai 99,67 persen. Artinya, masih ada sekitar 24 penerima bantuan pangan yang belum mengambil bantuan," ucapnya.
Pencius menyebutkan masih terdapat tiga kecamatan yang tingkat penyaluran belum mencapai 100 persen, yakni Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, dan Pulau Tiga. Persentase penyaluran di ketiga wilayah tersebut berkisar antara 98 hingga 99 persen.
Menurut dia, sebagian penerima belum mengambil bantuan karena sedang tidak berada di tempat dan PBP tidak mengirimkan perwakilan untuk mengambilnya.
Pengambilan bantuan, kata dia, bisa diwakilkan dengan syarat membawa identitas penerima dan perwakilan, berupa kartu tanda penduduk (KTP).
Ia berharap para penerima yang belum mengambil bantuan dapat segera datang atau mengirimkan perwakilan yang dilengkapi dokumen yang diperlukan.
"Para penerima yang belum mengambil bantuan ini memang layak menerima. Karena itu, kami terus berupaya agar bantuan tersebut dapat segera diterima oleh yang bersangkutan," katanya.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
