Logo Header Antaranews Kepri

Soal peluang Prabowo bertemu Trump, begini tanggapan Istana

Senin, 19 Januari 2026 16:30 WIB
Image Print
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/1/2026). (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menanggapi peluang Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam rangkaian forum World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, dengan menyebut belum ada pembaruan agenda terkait pertemuan tersebut.

"Nanti coba kami cek ya karena kita belum mendapatkan update apakah memang betul ada agenda ketemu dengan Presiden Trump," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Adapun terkait agenda Presiden Prabowo di forum WEF, Prasetyo mengatakan Kepala Negara akan menjadi salah satu pembicara dalam forum tersebut.

"Dijadwalkan beliau juga akan menjadi salah satu pembicara. Tentu di forum ekonomi dunia ini, ini adalah bagian dari kita membuka potensi-potensi kerja sama dengan seluruh negara-negara sahabat," kata dia.

Diketahui, Presiden Prabowo dijadwalkan memberikan pidato kunci dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis, 22 Januari 2026.

Di laman resmi World Economic Forum, pidato khusus (special address) dari Presiden Prabowo dijadwalkan berlangsung pada pukul 14.00-14.30 waktu setempat (CET). Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo dijadwalkan berbagi panggung dengan Presiden dan CEO World Economic Forum Børge Brende.

World Economic Forum merupakan pertemuan tingkat dunia yang rutin digelar tiap tahun sejak 1971 di Davos, Swiss. Forum ekonomi tersebut mempertemukan ahli, pakar, praktisi, ekonom, akademisi, dan pemimpin dunia dalam satu acara yang sama untuk berdialog membahas tantangan ekonomi masa kini dan proyeksi tantangan ekonomi ke depan.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Istana tanggapi soal peluang Prabowo bertemu Trump di WEF Davos



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026