Logo Header Antaranews Kepri

Batam bangun Sekolah Merah Putih bagi warga kurang mampu

Rabu, 28 Januari 2026 16:48 WIB
Image Print
Jajaran Forkopimda Batam foto bersama saat sosialiasi Sekolah Terintegrasi Merah Putih Batam di Galang, Batam, Kepri, Selasa (27/1/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Batam

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menyiapkan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih untuk akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu di daerah itu.

Wali Kota Batam yang juga Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad mengatakan rencana pembangunan tersebut telah disosialisasikan langsung kepada masyarakat Galang dan mendapat dukungan warga.

“Kemarin kami melakukan sosialisasi langsung dengan warga dan alhamdulillah warga mendukung. Kami rencanakan dibangun di atas lahan seluas 18 hektare mencakup jenjang SD, SMP dan SMK,” katanya di Batam, Rabu.

Ia mengatakan sekolah tersebut menjadi tempat untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul.

Baca juga: Pemkab Natuna gandeng remaja cegah pernikahan dini

“Sekolah Merah Putih ini kita siapkan untuk mempersiapkan SDM unggul. Insyaallah ini akan terjaga untuk membentuk anak-anak Batam yang kompeten dan mampu bersaing,” ujar dia.

Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah mengatakan lokasi sekolah berada di Kecamatan Galang, namun penerima manfaat berasal dari seluruh wilayah Batam.

“Targetnya bukan khusus masyarakat Galang, tapi warga tidak mampu di Kota Batam. Titiknya nanti ada di Kecamatan Galang,” katanya dia.

Secara teknis, Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto menjelaskan Sekolah Merah Putih dirancang sebagai sekolah gratis dan berasrama dengan standar unggul.

Peserta didik akan mendapatkan fasilitas pendidikan terpadu, asrama, layanan gizi dan kesehatan, serta pembinaan karakter dan literasi teknologi sejak dini.

“Sekolah ini diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meningkatkan kualitas hidupnya,” kata dia.



Baca juga: Polisi : Kapal pembawa 70 ton daging ilegal muat 18 jenis barang

Baca juga: Bulog catat permintaan beras di Karimun Kepri meningkat jadi 2 kali lipat



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026