Logo Header Antaranews Kepri

Singapura perketat skrining kesehatan di bandara akibat virus Nipah

Kamis, 29 Januari 2026 10:58 WIB
Image Print
Ilustrasi - Hewan pembawa dan penular virus Nipah. (ANTARA/HO/Internet)

Moskow (ANTARA) - Otoritas Singapura akan memberlakukan pemeriksaan suhu tubuh di bandara untuk penerbangan yang datang dari wilayah terdampak virus Nipah serta memperketat pengawasan epidemiologis terhadap pekerja migran yang tiba dari Asia Selatan,

“Badan Pengendalian Penyakit Menular (CDA) memantau secara ketat wabah infeksi virus Nipah (NiV) di Benggala Barat, India. Ini merupakan wabah virus Nipah ketujuh di India sejak 2001 ... Kami akan menerapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara untuk penerbangan yang tiba dari daerah terdampak,” bunyi pernyataan badan tersebut pada Rabu (28/1).

“Kementerian Tenaga Kerja (MOM) juga meningkatkan pengawasan terhadap pekerja migran yang baru tiba dari Asia Selatan serta berkoordinasi dengan penyedia layanan kesehatan primer MOM untuk meningkatkan kewaspadaan,” tambahnya,

CDA tidak menutup kemungkinan penerapan langkah-langkah tambahan apabila risiko epidemiologis terhadap negara tersebut meningkat.

Pada Selasa, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India membantah laporan mengenai lima kasus virus Nipah di negara bagian Benggala Barat, dengan menyatakan bahwa hanya dua kasus yang telah dikonfirmasi.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Kepulauan Riau memperkuat kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi masuknya virus Nipah, meski hingga kini belum ada pemberitahuan resmi dari Kementerian Kesehatan terkait ancaman penyebarannya.

Kepala Dinkes Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan langkah kewaspadaan tetap dijalankan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) atau Early Warning Alert and Response System (EWARS) yang selama ini menjadi standar pemantauan penyakit menular.

“Kalau kewaspadaan, kita tetap selalu siap dengan SKDR. Sampai sekarang belum ada notifikasi khusus dari kementerian soal virus Nipah, tapi sistem kita selalu siap,” katanya saat dihubungi di Batam, Rabu.

Sebagai informasi, virus Nipah sedang aktif dilaporkan di Benggala Barat, India. Sebagai salah satu gerbang barat Indonesia yang menerima sekitar 3.000 wisatawan asal India setiap bulannya, Batam patut mengantisipasi dengan baik.

Didi menjelaskan, penguatan kewaspadaan dilakukan melalui pemantauan informasi resmi dari Kemenkes dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), peningkatan kewaspadaan klinis di fasilitas pelayanan kesehatan, serta kesiapan sistem rujukan dan pencegahan infeksi apabila ditemukan pasien suspek.

Didi memastikan fasilitas kesehatan di Batam, khususnya rumah sakit rujukan, siap menangani kemungkinan kasus. Kesiapan tersebut didukung ketersediaan ruang isolasi yang sebelumnya digunakan saat pandemi COVID-19.

“Rumah sakit di Batam siap jika ada kasus, karena ruang isolasi standar COVID masih tersedia,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, namun tetap waspada terhadap penyakit zoonosis tersebut.

Warga diminta mengikuti informasi resmi dari Dinkes maupun Kemenkes serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Singapura perketat skrining kesehatan bandara akibat virus Nipah



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026