Logo Header Antaranews Kepri

Disnaker Batam catat penerimaan Rp44,8 miliar dari Retribusi tenaga kerja asing

Kamis, 29 Januari 2026 15:51 WIB
Image Print
Masyarakat yang sedang berkunjung ke Disnaker Batam untuk pelayanan di Batam, Kepri, Senin (26/1/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mencatat penerimaan Retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) sebesar Rp44,8 miliar pada tahun 2025, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp39 miliar.

“Realisasi retribusi IMTA mencapai Rp44,8 miliar atau sekitar 93,38 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp48 miliar,” Kepala Disnaker Kota Batam Yudi Suprapto dihubungi di Batam, Kamis.

Ia menjelaskan capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, dimana tercatat yang masuk kas daerah sebesar Rp39 miliar.

Meski demikian, Yudi mengakui pencapaian target Rp50 miliar tetap bergantung pada kebutuhan dan penggunaan tenaga kerja asing (TKA) oleh perusahaan.

Menurut dia, pemerintah daerah tidak bisa mendorong masuknya TKA demi mengejar target pendapatan.

“Ada target sebetulnya boleh-boleh saja, namun kita juga ada dilema. Di satu sisi ada pemasukan dari Retribusi TKA, tapi di sisi lain kita harus memaksimalkan penggunaan tenaga kerja lokal,” katanya.

Yudi menegaskan keberadaan TKA seharusnya dibarengi dengan transfer pengetahuan dan keterampilan kepada tenaga kerja Indonesia.

Baca juga: UPTD PPA Batam tekankan pentingnya edukasi tentang kekerasan seksual

“Harapannya tenaga ahli asing yang bekerja di Batam itu kan melakukan praktik ‘transfer of knowledge’, namun itu juga belum optimal. Kami harap ada seperti itu agar tenaga lokal bisa menggantikan,” kata dia.

Dari hasil pemantauan Disnaker Batam ke sejumlah perusahaan, Yudi menyebut masih ada alasan tertentu yang membuat perusahaan mempertahankan TKA, selain keahlian namun juga bahasa.

“Contohnya di perusahaan Taiwan. Mereka membutuhkan tenaga teknik yang juga menguasai bahasa Mandarin. Anak-anak kita secara teknis sebenarnya banyak yang mampu, tapi yang punya kemampuan bahasa asing, terutama Mandarin, masih sangat sedikit,” kata dia.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Disnaker Kota Batam terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, khususnya di bidang bahasa asing dengan bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Batam.

“Untuk bahasa Jepang, salah satunya LPK Credible. Sudah ada anak-anak Batam yang berhasil berangkat ke Jepang. Tahun ini kami juga upayakan pelatihan bahasa asing gratis,” kata Yudi.

Ia berharap peningkatan kemampuan bahasa dan keterampilan tenaga kerja lokal dapat mengurangi ketergantungan terhadap TKA.


Baca juga: Pemkab Natuna: Cakupan peserta JKN capai 100%

Baca juga: Disperpusip Natuna bersama mahasiswa kolaborasi tambah bahan bacaan



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026