Logo Header Antaranews Kepri

Dukung Gerakan ASRI, Tanjungpinang olah sampah plastik jadi BBM

Rabu, 4 Februari 2026 16:18 WIB
Image Print
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah. ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) mengembangkan inovasi mesn pengolahan sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) guna mendukung Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.

Inovasi yang dikelola oleh UPTD Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Tanjungpinang ini telah melewati tahap uji coba dan dinyatakan aman untuk digunakan sebagai sumber energi terbarukan.

"Kita siap mengubah sampah plastik, yang susah terdaur ulang menjadi sumber energi terbarukan. Sudah kita uji coba, hasilnya dinyatakan aman dan layak guna," kata Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Rabu.

10 Kg Plastik Jadi 7 Liter BBM

Lis menjelaskan bahwa proses distilasi sampah plastik jenis Polyethylene—seperti plastik kemasan minyak goreng—memiliki tingkat efisiensi yang tinggi. Dari 10 kilogram sampah plastik, mesin ini mampu menghasilkan sekitar enam hingga tujuh liter bahan bakar minyak.

Rincian hasil produksinya meliputi tiga liter solar, dua liter minyak tanah, dan dua liter premium. Inovasi ini menjadi jawaban atas tantangan pengelolaan sampah plastik yang secara alami membutuhkan waktu puluhan tahun untuk terurai.

Bahkan, lanjut Lis, produksi solar yang dihasilkan, telah diuji laboratorium di Sucofindo. Hasilnya dinyatakan dapat digunakan untuk mesin diesel, dengan tingkat oktan 92.

Baca juga: Bulog: Cadangan Beras di Natuna 928 Ton, Cukup hingga Juni 2026

"Apa yang disampaikan Bapak Presiden, sebenarnya telah kita mulai. Bagaimana kita mampu mengolah sampah menjadi produk yang bernilai ekonomis, terlebih sampah plastik yang puluhan tahun baru bisa terdaur ulang secara alami," ungkap Lis.

Permasalahan sampah menjadi atensi Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center, Bogor, Senin (2/2). Seluruh kepala daerah diminta untuk melakukan upaya-upaya penanggulangan dan pemanfaatan sampah.

Prabowo juga meminta agar daerah mampu menghidupkan kembali budaya gotong royong kebersihan lingkungan hingga faktor kebersihan lingkungan, mampu mendukung iklim pariwisata.

"Seluruh ASN Tanjungpinang, kini memiliki jadwal gotong-royong lingkungan. Artinya, kita siap mendukung dan telah melaksanakan apa yang diarahkan oleh Pak Prabowo," ucap Lis.

Lis turut berkomitmen meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar dari sampah. Bukan tidak mungkin produksi unit pengolahan sampah itu akan perluas dan menjadi bahan bakar alternatif masyarakat.

Baca juga: Batam promosikan kawasan maritim di ajang Euromaritime 2026 di Prancis



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026