
Pemkot Batam tangani 506 pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial

Batam (ANTARA) - Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) tercatat menangani 506 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) seperti gelandangan dan orang telantar sepanjang tahun 2025.
Kepala Dinsos PM Kota Batam Zulkifli Aman mengatakan bahwa PPKS yang ditangani terdiri atas 99 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), 32 manusia silver, 66 orang telantar yang dipulangkan ke daerah asal, serta tuna sosial sebanyak 309 orang.
“Tuna sosial itu seperti gelandangan, pengemis dan lainnya. Kalau manusia silver masih kerap berulang-ulang dengan orang yang sama terus terjaring,” katanya di Batam, Jumat.
Dalam proses penanganan, Dinsos PM Batam mengedepankan aspek kesehatan sebagai langkah awal.
“Kami rujuk ke rumah sakit untuk memastikan kondisi kesehatannya dan melihat jika ada penyakit yang dapat menular. Setelah itu baru dilakukan asesmen oleh psikolog atau pekerja sosial kami,” ujar Zulkifli.
Dinsos PM Batam juga menyiapkan dua shelter sebagai tempat penampungan sementara, masing-masing berada di Sekupang dan Unit Pelayanan Tingkat Daerah (UPTD) Nilam Suri.
“Dari asesmen itu baru kita tentukan langkah berikutnya. Ada yang perlu pengobatan lanjutan, ada yang kita rujuk ke yayasan atau panti, termasuk penanganan ODGJ yang bisa dirujuk ke rumah sakit jiwa di Tanjung Uban, Bintan,” katanya menjelaskan.
Selain itu, Dinsos PM Batam juga berupaya menghubungi keluarga atau paguyuban asal PPKS agar pasien tersebut dapat dipulangkan ke daerah asal.
Sebagai langkah pencegahan, Dinsos PM Batam menjalankan program pelatihan keterampilan, salah satunya pelatihan mengelas di UPTD Nilam Suri dengan kuota terbatas.
“Persoalan sosial di Batam memang tidak akan habis, tapi pemerintah juga tidak akan berhenti menangani,” ujar Zulkifli.
Ke depan, penjangkauan sosial juga akan ditingkatkan melalui tim reaksi cepat (TRC) yang siaga 24 jam, dengan agenda penjangkauan terjadwal enam kali dalam sebulan pada 2026, serta patroli setiap hari.
"Lebih intensif lagi, jadi di 2025 itu sekitar 2-3 kali per bulan penjangkauan di kawasan-kawasan spesifik di Batam, namun tahun ini ditambah jadi enam kali per bulan," ujar dia.
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
